Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pemerintah Anggarkan Dana untuk Penerbangan Perth-Lombok

Kamis 27 Dec 2018 21:18 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah

Foto: Republika
Kementerian Pariwisata anggarkan Rp 15 miliar untuk penerbangan langsung dari Perth

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah, mengungkapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menganggarkan Rp 15 miliar untuk mensubsidi penerbangan langsung dari Pert-Lombok pulang pergi.

"Alhamdulillah, kita didukung pemerintah pusat dengan anggaran Rp15 miliar dalam penerbangan langsung Pert-Lombok," ujarnya di Mataram, Kamis (27/12).

Ia menjelaskan, anggaran itu digunakan untuk biaya kompensasi "bloking seat" kepada pihak maskapai Air Asia. Dalam artian, "bloking seat" itu, yakni setengah dari kursi penumpang dibiayai pemerintah.

"Jadi karena ini bisnis, maskapai pun tidak ingin rugi, sehingga untuk membantu daerah disepakati pemerintah pusat menganggarkan Rp 15 miliar itu," ucap Zulkieflimansyah.

Menurutnya, pemberian anggaran itu setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melakukan pertemuan dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan pihak maskapai di Jakarta.

"Untuk pembukaan rute Pert-Lombok sendiri baru akan dimulai pada awal Maret 2019," ungkapnya.

Zulkieflimansyah, menegaskan bantuan itu, diberikan pemerintah pusat sebagai upaya pemerintah pusat menggenjot kunjungan wisatawan mancanagera ke NTB, khususnya wisatawan asal Australia ke Lombok.

"Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada NTB, khususnya Lombok. Karena, selain Bali Lombok juga menjadi destinasi wisata yang di unggulkan," ujarnya.

Penerbangan rute Pert-Lombok akan menggunakan maskapai AirAsia, dengan kapasitas pesawat 180 orang penumpang.

Untuk jangka waktu kompensasi "block seat" sendiri dilakukan selama enam bulan. Namun demikian, kompensasi itu nantinya akan dilihat kembali jika jumlah penumpang menunjukkan peningkatan dan stabil.

Selain dengan maskapai AirAsia, Pemprov NTB difasilitasi Kemenpar juga menjalin kerjasama dengan maskapai Nasional Lion Air untuk merealisasikan penerbangan langsung dari Guangzhou, China - Lombok dan Lombok - Jeddah, Arab Saudi. Termasuk, untuk rute domestik, Lion Air dan Wings Air siap untuk membuka rute langsung Lombok - Labuan Bajo, NTT dan Bima - Labuan Bajo.

"Potensi wisatawan dari China sangat besar dan mereka siap berangkat. Mekanismenya sejauh ini dengan model penerbangan carter (carter flight) dari beberapa kota di China ke Lombok. Memang butuh ikhtiar lebih untuk merealisasikan penerbangan Lion Air rute China - Lombok. Kami masih merumuskan bentuk yang paling ideal namun realistis dengan Lion Air," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA