Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Kebun Binatang Jadi Destinasi Wisata Liburan di Solo

Rabu 02 Jan 2019 07:24 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini

Suasana libur tahun baru di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Selasa (1/1). Tercatat sekitar 25 ribu mengunjung memadati kawasan TSTJ.

Suasana libur tahun baru di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Selasa (1/1). Tercatat sekitar 25 ribu mengunjung memadati kawasan TSTJ.

Foto: Republika/Binti Sholikah
Jumlah kunjungan ke Taman Satwa Taru Jurug meningkat pada libur tahun baru.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo diserbu puluhan ribu pengunjung pada momen libur tahun baru, Selasa (1/1). Tercatat sekitar 25 ribu pengunjung memadati kawasan TSTJ dalam satu hari. 

Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan, kepadatan pengunjung mulai terlihat pada pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB. Petugas TSTJ sampai menutup akses masuk kendaraan karena panjangnya antrean loket tiket. 

"Alhamdulillah untuk tanggal 1 Januari 2019 ini jumlah pengunjung mencapai 25 ribu pengunjung," kata Bimo saat ditemui wartawan di kasawan TSTJ, Selasa.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah pengunjung libur pada momen libur tahun baru ini mengalami peningkatan sekitar 25 persen. Jumlah kunjungan pada 1 Januari 2018 mencapai 21 ribu pengunjung. 

Menurutnya, meningkatnya animo masyarakat dalam berlibur ke TSTJ merupakan hasil usaha untuk mengembangkan TSTJ secara infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) dan satwa. Pengurus bersama Dewan Pengawas dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berupaya meningkatkan pelayanan kepada pengunjung agar pengunjung mendapat benefit lebih banyak. 

Selain itu, secara teori, satwa yang ada di luar semakin kecil sedangkan lahan juga semakin kecil. Sehingga lembaga konservasi seperti TSTJ perlu dijaga kelestariannya karena bisa menjadi destinasi wisata sampai puluhan tahun ke depan. 

"Masyarakat butuh hiburan yang murah dan aksesnya mudah. TSTJ menyediakan seperti itu," ungkap Bimo. 

Dia menambahkan, selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini TSTJ memiliki program bertema Liburan Seru Akhir Tahun di Jurug Solo Zoo. Selain menampilkan koleksi satwa, TSTJ juga menyajikan beragam wahana permainan seperti gajah tunggang, perahu kayuh, onta tunggang, dan lainnya. 

Pada periode libur Nataru di Jurug mulai 22 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019, kawasan tersebut tidak pernah sepi pengunjung. Pada 22-31 Desember 2018, rata-rata kunjungan per hari mencapai 5.000 pengunjung. Padahal, saat hari-hari biasa jumlah pengunjung hanya sekitar 500 orang. Sedangkan pada Sabtu sekitar 1.200 pengunjung dan Ahad sekitar 2.000 pengunjung. "Tadi kami mengoperasikan 12 loket, ditambah loket manual ada empat," ujarnya.

Harga tiket masuk TSTJ pada periode liburan Nataru ini dibanderol Rp 20 ribu per orang. Namun, TSTJ telah melakukan sejumlah kerjasama dengan beberapa instansi terkait potongan harga tiket masuk. Bagi pengunjung yang memiliki kartu debit, kredit maupun tapcash BNI serta kartu BPJS bisa mendapatkan diskon 50 persen. Selain itu, khusus warga Solo yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Identitas Anak (KIA) serta kartu OSIS juga bisa mendapatkan diskon 50 persen. 

Dalam meningkatkan kenyamanan pengunjung, TSTJ telah melakukan program perbaikan sejak beberapa waktu lalu. Hal itu di antaranya, perbaikan kandang, pencegahan banjir, dan mempercantik tampilan dengan mengecat ulang sejumah titik. 

"Ada bantuan 12 kandang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kandangnya sudah diisi satwa seperti blackbuck, nilgai, linsang, elang laut, iguana, ular sanca bodo, kapibara, dan sitatunga. Ini menjadi daya tarik liburan tahun baru," ujarnya.

Seorang pengunjung, Wartiyem (55 tahun), mengaku sudah tiga tahun berturut-turut merayakan libur tahun baru di TSTJ. Kali ini, Wartiyem datang bersama anak dan cucunya. Menurutnya, alasan memilih liburan ke TSTJ karena anak dan cucunya senang berkunjung ke Taman Jurug. 

"Cuma lihat-lihat hewan-hewan, anak-anak kecil suka. Orang tua kalau nunggu ada tempat duduk, tempatnya rindang dan adem," ujar pengunjung asal Gemolong, Sragen tersebut. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA