Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Soal Tudingan Andi Arief, Ketua KPU: Saya Bekerja Independen

Rabu 02 Jan 2019 18:42 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Bayu Hermawan

Ketua KPU Arief Budiman (tengah) memberikan keterangan pers sebelum memimpin jalannya rapat koordinasi bersama Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Ketua KPU Arief Budiman (tengah) memberikan keterangan pers sebelum memimpin jalannya rapat koordinasi bersama Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Ketua KPU membantah ada yang menjanjikan sesuatu agar tak fair di Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menjawab kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, terkait ada pihak yang menjanjikan Ketua KPU untuk bertindak tidak fair dalam proses Pemilu 2019. Arief menegaskan, dirinya bekerja secara profesional dan independen.

Arief Budiman mengatakan tak pernah menjalankan kewajiban sebagai Ketua KPU RI karena suatu janji. "Janji apa, tidak ada yang namanya janji, tidak ada urusannya dengan janji-janji,” kata Arief Budiman di kantor KPU, Rabu (2/1).

Arief mengatakan pihaknya bekerja secara independen dan profesional tanpa adanya janji-janji seperti yang dituduhkan Andi Arief. "Saya bekerja secara independen dan profesional, tak ada urusannya dengan janji apapun," tegsnya.

Soal dijanjikan sesuatu, hal itu disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter-nya pada tanggal 1 Januari 2019 pukul 17.57 WIB. Sebelumnya, melalui akun twitter pribadinya, Andi Arief mengatakan ada hal yang dijanjikan untuk ketua KPU agar bertindak tidak fair dalam proses Pemilu 2019 nanti.

"Hati-hati, ada modus janji yang menggoda. Dulu ketua KPK dijanjikan wapres, ada mantan pimpinan KPK dijanjikan Jaksa Agung, bahkan desas-desus juga ketua KPU dijanjikan sesuatu. Mungkinkah terulang? siapa yang bisa menghentikan kebiasaan," kata Andi melalui akun Twitternya nya.

Melihat cuitan Andi, ketua KPU itu mengatakan tidak sepantasnnya ia menanggapi desas-desus. "Itu kan desas-desus,  masa saya harus jawab desas-desus. Gak ada Janji apa-apa," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA