Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Puluhan Ribu Kendaraan Masuki Jakarta Via Tol

Rabu 02 Jan 2019 19:08 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andi Nur Aminah

Arus balik dari Tol Cikampek menuju Jakarta.

Arus balik dari Tol Cikampek menuju Jakarta.

Foto: Republika/Tahta Aidilla
2 Januari hari ini merupakan puncak arus balik gelombang kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akhir Operasi Lilin 2018 pada 2 Januari 2018 ditandai dengan arus balik gelombang kedua liburan Natal dan Tahun Baru, yakni pada 1 dan 2 Januari 2018. Korps Lalu Lintas Polri mencatat, puluhan ribu kendaraan sudah memasuki Jakarta.

Berdasarkan Data Operasi Lilin, kendaraan bermotor yang melewati Jalan Tol Cikampek ke arah Jakarta sebanyak 54.539. Sementara yang ke arah Cikampek 46.184 kendaraan. Sementara itu, 24.326 kendaraan bermotor keluar di Exit Bogor Tol Jagorawi. Lalu, sebanyak 30.882 kendaraan bermotor keluar di Exit Ciawi Tol Jagorawi.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Refdi Andri menyatakan, kendaraan berat sudah mulai melintas pada 2 Januari 2018. Pasalnya, tanggal 1 Januari 2018 merupakan hari terakhir pembatasan tersebut.

Menurut Refdi, personel dan skenario sudah ditempatkan sehingga, ia menyatakan bahwa tidak ada kemacetan berarti dalam arus balik gelombang 2 ini. "Ini tujuannya untuk melakukan langkah antisipasi, sehingga peningkatan yang sudah kita estimasi itu betul-betul bisa kita antisipasi lebih awal," ujar Refdi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuturkan, puncak arus mudik gelombang dua ini terjadi pada 1 Januari 2019. Sedangkan pada 2 Januari 2018, arus lalu lintas sudah mulai terurai.

Dedi menambahkan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas dalam Operasi Lilin 2018. Hingga hari ke-12, penurunan kecelakaan mencapai 30 persen.

Jumlah kecelakaan hingga hari ke-12 pada Operasi Lilin 2018 sebanyak 673 kejadian. Adapun rinciannya, 176 orang korban meninggal dunia, 150 orang korban luka berat, dan 813 korban luka ringan. "Angka statistik itu turun dibandingkan Operasi Lilin 2017," kata Dedi.

Tahun lalu, hingga hari ke-12, ada 965 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan 250 orang korban meninggal dunia, 232 orang korban luka berat, dan 1.139 orang korban luka ringan. Penurunan angka kecelakaan juga terlihat pada statistik harian selama 12 hari pelaksanaan Operasi Lilin, termasuk jumlah korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan yang ditimbulkan.

Salah satu contohnya perbandingan angka kecelakaan lalu lintas pada hari ke-12 atau pada awal Januari 2019. Pada 1 Januari 2019, angka kecelakaan lalu lintas berjumlah 71 atau turun 25 persen dibandingkan pada 1 Januari 2018 yang berjumlah 96 kejadian.

Korban meninggal dunia yang ditimbulkan pada 1 Januari 2019 sebanyak 23 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 101 orang. Sedangkan pada 1 Januari 2018, korban meninggal dunia sebanyak 36 orang, luka berat 24 orang, dan luka ringan 119 orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA