Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Satu Korban Longsor Sukabumi Ditemukan

Kamis 03 Jan 2019 17:04 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Friska Yolanda

Petugas gabungan bersama anjing pelacak mencari korban yang tertimbun tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019).

Petugas gabungan bersama anjing pelacak mencari korban yang tertimbun tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Saat ini tersisa 19 orang lagi yang masih dalam proses pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Jumlah korban longsor di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi yang ditemukan petugas gabungan bertambah satu orang Kamis (3/1) siang. Sehingga total korban tewas yang berhasil ditemukaan dan evakuasi sebanyak 14 orang.

"Sampai saat ini jumlah korban yang ditemukan dan masuk identifikasi sebanyak 14 orang," ujar Ketua Tim Divisi Humas Mabes Polri Kombes Sulistyo Pujo kepada wartawan di posko bencana Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Sukabumi Kamis sore.

Jenazah terbaru yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Menurut Pujo, dengan penemuan ini, tersisa 19 orang yang sampai saat ini belum ditemukan.

Baca juga, Dalam 10 Tahun, 132 Longsor Terjadi di Sukabumi

Proses pencarian ungkap Pujo melibatkan petugas gabungan bajk TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan relawan dari berbagai daerah. Mereka diterjunkan ke dalam proses pencarian di lokasi bencana.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, jasad korban yang ditemukan terakhir pada pukul 14.05 WIB. "Jasad korban perempuan dan ditemukan di zona 1," ujarnya.

Seperti diketahui, pencarian korban dilakukan dengan membagi zona menjadi enam sektor. Dari enam itu, yang paling banyak korban diperkirakan di zona satu, lima dan enam.

Nasriadi menuturkan, pencarian dilakukan dengan melibatkan anjing pelacak sebanyak empat ekor. Namun keberadan anjing pelacak belum maksimal karena pori-pori tanah masih basah karena faktor turunnya hujan.

Selain itu lanjut Nasriadi, pencarian hanya menggunakan dua alat berat. Sebabnya alat berat dengan ukuran besar tidak bisa masuk ke lokasi bencana.

Dokpol Polda Jabar AKBP Nelson Situmorang menambahkan, satu jenazah yang ditemukan pada Kamis langsung dilakukan identifikasi. "Saat ini masih pengumpulan data antemortem dan bisa segera teridentifikasi," katanya.

Nelson mengatakan, proses identifikasi belum menemui hambatan karena pada jasad korban masih ditemukan properti yang dikenali keluarga. Nantinya data tersebut dibandingkan dengan data lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA