Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Dahnil Pertanyakan Potensi Pemanggilan Djoko Santoso

Jumat 04 Jan 2019 14:17 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

 Dahnil Anzar Simanjuntak

Dahnil Anzar Simanjuntak

Foto: Antara/Reno Esnir
Dahnil membantah Djoko Santoso terloibat dalam kasus hoaks surat suara dicoblos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanuntak mempertanyakan nama Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Djoko Santoso yang ikut diseret-seret dalam kasus penyebaran kabar bohong tujuh kontainer berisi surat suara yang tercoblos. Di mana, ada indikasi Polri akan memanggil semua pihak yang terkait dalam kasus itu.

"Apa urusannya dengan Pak Djoko, siapapun bisa nyebut jadi apa kaitannya tiba-tiba, ada orang di rekaman itu dan belum diketahui orang itu kemudian menyebut nama," ujar Dahnil kepada wartawan, Kamis (4/1).

Menurutnya, meski nama Djoko Santoso ikut disebut dalam rekaman suara yang beredar bersamaan isu surat suara tercoblos tersebut, namun bukan berarti, mantan Panglima TNI tersebut ikut terlibat. Menurutnya, siapapun bisa membuat dan menuduh pihak mana pun dalam informasi bohong tersebut.

"Anda juga bisa disebut disitu, bisa disebut dengan mudah direkaman ini. Jadi saya pikir polisi harus bekerja profesional dan ini nggak ada hubungannya dengan Pak Djoko," kata Dahnil.

Ia pun berharap Polri agar secara profesional dalam menangani kasus tersebut. Sebab, Dahnil juga mengaku BPN turut dirugikan atas diseretnya BPN dalam informasi hoaks tersebut.

"Kami sangat dirugikan dengan siapapun terkait dengan rekaman itu, jadi kita nggak tau siapa yang buat itu. Silahkan polisi dicari siapa perekam itu, jangan sampai ini sama dengan kasus-kasus lainnya yang kemudian tertuduh ke kami kemudian nggak terungkap sama sekali," kata Dahnil.

Isu tentang adanya surat suara ini menggelinding bak bola salju setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mencicit di akun Twitternya pada Rabu (2/1) pukul 20.05 WIB. Andi menulis, "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di tanjung priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar."

Namun, sekitar pukul 21.30 WIB pada Rabu (2/1), cicitan tersebut terpantau sudah tidak ada dari laman Twitter Andi Arief. Andi mengklaim, cicitannya ‘terhapus’ meski tak menjelaskan detail alasannya.

Selain cuitan itu, ada juga rekaman suara seorang pria yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria tidak dikenal menyebut ada tujuh kontainer berisi 70 juta surat suara di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Suara rekamannya: “Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 01. Dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina. Total katanya kalau satu kontainer 10 juta, kalau ada tujuh kontainer ada 70 juta suara dan dicoblos nomor 01. Tolong sampaikan ke akses, ke Pak Darma kek atau ke Gerindra pusat. Ini tak kirimkan nomor telepon orangku di sana untuk membimbing kontainer itu. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso, pasti marah beliau ya langsung cek ke sana ya.”

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA