Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Tunggulsari

Jumat 04 Jan 2019 16:47 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Friska Yolanda

Aktivitas pasar tradisional

Aktivitas pasar tradisional

Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Program revitalisasi Pasar Tunggulsari tidak dimasukkan dalam APBD 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menunda revitalisasi Pasar Tunggulsari yang terletak di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Sebab, lelang revitalisasi pasar tradisional tersebut gagal mendapatkan rekanan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, mengataan, semula, Pemkot mendapat bantuan Rp 6 miliar dari pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Tunggulsari. Namun, anggaran tersebut baru turun sekitar September 2018. 

Sisa waktu tiga bulan dalam periode anggaran 2018 dianggap tidak cukup untuk melaksanakan revitalisasi. Pemkot telah memperkirakan tidak ada peserta yang mengikuti lelang karena waktu yang mepet. Sebab, revitalisasi pasar tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Namun, Pemkot tetap menggelar lelang sesuai prosedur secara daring melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). 

"Akhirnya mau tidak mau kami mengembalikan dana bantuan dari pemerintah pusat karena tidak ada rekanan yang memenangkan lelang," terang Subagiyo kepada wartawan, Jumat (4/1).

Selain bantuan dana dari pemerintah pusat, sebelumnya Pemkot juga telah menyiapkan dana pendampingan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 sekitar Rp 4,5 miliar. Dana tersebut akhirnya juga dikembalikan lagi ke kas daerah.

Langkah selanjutnya, Subagiyo menyatakan bakal menunda program revitalisasi Pasar Tunggulsari. Program revitalisasi Pasar Tunggulsari tidak dimasukkan dalam APBD 2019. 

"Tahun ini kami tidak mengusulkan kembali revitalisasi Pasar Tunggulsari. Untuk sementara, revitalisasi pasar itu ditunda dulu," ucap Subagiyo.

Sebelumnya, Pemkot berencana melakukan revitalisasi pasar yang terletak di sisi samping dan atas tanggul Sungai Bengawan Solo tersebut. Sebab, bangunan pasar dianggap sudah tidak representatif sebagai lokasi usaha bagi 110 pedagang di dalamnya. Rencananya, revitalisasi bakal menggabungkan bangunan pasar dengan tanggul di dekatnya. Pemkot ingin membangun ulang Pasar Tunggulsari menjadi dua lantai. Di lantai dua nantinya dibangun penghubung dengan tanggul. Sehingga nantinya ada akses pengunjung untuk keluar masuk pasar dari tanggul. 

Secara terpisah, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan, pasar tradisional di Kota Solo semakin berkembang. Tadinya, jumlah pasar tradisional di Solo sebanyak 37 pasar, kini bertambah menjadi 44 pasar. 

Tahun ini, prioritas Pemkot melakukan revitalisasi Pasar Legi dan Pasar Klewer Timur. Pembangunan Pasar Klewer Timur telah mendapat bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Kini, Pemkot fokus untuk mencarikan bantuan anggaran pembangunan Pasar Legi yang terbakar pada akhir Oktober 2018 tersebut. "Kami terus mengusahakan agar anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi itu cair," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA