Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Polisi Duga Banyak Artis dan Selebgram Terlibat Prostitusi

Ahad 06 Jan 2019 18:26 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan (kemeja putih)

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan (kemeja putih)

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Kedua tersangka biasa mempromosikan artis dan selebgram melalui akun instagramnya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menetapkan dua orang tersangka dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis. Kedua orang yang ditetapkan tersangka adalah mucikari yang berasal dari Jakarta Selatan, berinisial TN (28) dan ES (37).

Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan mengungkapkan, kedua tersangka biasa mempromosikan artis dan selebgram melalui akun instagram-nya, terkait jasa layanan prostitusi. Yusep pun menduga, banyak artis dan selebram yang terlibat dalam prostitusi online tersebut.

"Masih dalam pendalaman (terkait jumlah artis yang terlibat prostitusi online). Untuk (artis) yang terkait di dalam cukup banyak. Nanti kita sampaikan lebih lanjut," kata Yusep ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Ahad (6/1).

Yusep mengungkapkan, bagi pria hidung belang yang ingin menyewa jasa oknum artis dan selebgram tersebut harus terlebih dulu membayar uang sebesar 30 persen dari tarif yang ditetapkan. Pembayaran dilakukan melalui rekening sang mucikari. "Aturan main 30 persen dibayar di muka melalui rekening," ujar Yusep.

Yusep belum mau menjelaskan sudah berapa lama para mucikari tersebut menjalankan aksinya. Menurutnya, yang sudah diketahui, dalam sebulan terakhir banyak transaski keuangan di rekening kedua mucikari tersebut.

"Kita telah melakukan pendalaman dan telah meminta bantuan PPATK terkait tracking daripada transaksi keuangan (para mucikari)" kata Yusep.

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus prosititusi online yang melibatkan dua artis ibukota di Surabaya pada Sabtu (5/1). Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan lima orang yang terdiri dari artis berinisial VA dan foto model berinisial AS, satu asisten, dan dua mucikari.

Artis VA tersebut diperkirakan mendapat bayaran Rp80 Juta dari pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Sementara foto model berinisial AS disebut-sebut mendapatkan bayaran Rp25 juta untuk sekali kencan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA