Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

GAK Masih Aktif Erupsi, Warga Pulau Sebesi Kembali Mengungsi

Ahad 06 Jan 2019 19:41 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andri Saubani

Lapangan tenis tempat pengungsian warga Sebesi.

Lapangan tenis tempat pengungsian warga Sebesi.

Foto: rumah zakat
Warga Pulau Sebesi khawatir terjadi gelombang tsunami susulan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Status Gunung Anak Krakatau (GAK) masih Siaga (Level III) dan terus mengalami kegempaan letusan, hingga Ahad (6/1), membuat warga Pulau Sebesi, Rajabasa, Lampung Selatan, yang masih tersisa di pulau tersebut mengungsi ke Kalianda. Mereka khawatir terjadi gelombang tsunami susulan seperti akhir tahun lalu.

Jumlah pengungsi dari Pulau Sebesi yang berjarak dengan GAK sekitar 9,5 – 10 km tersebut bertambah lagi 19 orang. Sedangkan pengungsi warga pulau tersebut pada sepekan setelah kejadian tsunami sebanyak 2.032 jiwa. Pengungsi asal Pulau Sebesi tersebut ditempatkan di lapangan tenis indoor, Kalianda, Ibukota Kabupaten Lampung Selatan.

Penjabat Kepala Desa Tejang Pulau Sebesi, Sugeng membenarkan ada 19 orang warganya yang masih tersisa belum mengungsi sebelumnya saat terjadi gelombang tsunami akhir tahun lalu. “Mereka terdiri dari lima kepala keluarga,” kata Sugeng, Ahad (6/1).

Menurut dia, 19 warga tersebut memang belum mengungsi selama terjadi bencana tsunami. Mereka mengungsi di dataran tinggi Pulau Sebesi. Mereka tinggal di kebun-kebun mereka, dan juga tidak berani menginap di rumahnya dekat bibir pantai, karena khawatir terjadi tsunami lagi.

Keterangan yang diperoleh dari warga pengungsi Pulau Sebesi di lapangan tenis indoor Kalianda, 19 orang pengungsi baru tersebut, tidak tahan melihat kondisi GAK yang masih mengeluarkan lava pijar dan material, serta kegempaan dan letusan setiap hari. Mereka menyeberang menggunakan kapal motor.

Menurut Ridwan, pengungsi yang bertahan di pulau tersebut selama bencana, sudah tidak kerasan lagi. Intinya, mereka ingin mengungsi takut ada tsunami lagi.

"Ceritanya, mereka ingin mengungsi juga ke Kalianda. Mereka tidak tahan lagi tinggal di kebun, karena kondisi gunung Krakatau masih belum berubah," katanya.

Kehadiran 19 orang pengungsi baru tersebut membuat petugas bingung menempatkannya. Jumlah pengungsi yang ada sudah padat. Camat Kalianda Erdiansyah menyatakan, belasan pengungsi tersebut telah ditempatkan di SDN 1 Way Urang Kalianda, karena lapangan tennis indoor itu sudah penuh dan padat.

Asap kawah

Kondisi GAK yang terpantau dari warga yang berada pesisir selatan Kabupaten Lampung Selatan pada Ahad (6/1) masih mengeluarkan asap tebal berwarna hitam dan abu-abu di mulut kawahnya. Ketinggian kolom asap mencapai 1.500 meter dari puncak kawahnya.

Kepala Pos Pemantauan GAK di Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan Andi Suardi menyatakan, status GAK masih berada pada level III atau Siaga dan aktivitas erupsinya masih berlangsung. Masyarakat siapapun orangnya, masih tidak diperbolehkan mendekat kawasan GAK dalam radius lima kilometer.

Sedangkan kepada warga, diimbau untu menjauh dari bibir pantai sejauh 500 meter, mengingat kondisi GAK masih berlangsung kegempaan tremor, yang sewaktu-waktu dapat berubah. Intinya, ia mengharapkan warga tetap tenang dan waspada kemungkinan yang terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA