Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Bus Trans Patriot Ditarget Sumbang PAD Rp 1 Miliar

Senin 07 Jan 2019 07:21 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ratna Puspita

Warga melintas di samping deretan bus Trans Patriot.

Warga melintas di samping deretan bus Trans Patriot.

Foto: Antara/Risky Andrianto
Bus Trans Patriot bisa dijadikan sebagai tempat iklan bagi perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) berupaya agar keberadaan bus trans patriot bisa menambah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota bekasi . PDMP selaku pengelola Bus Trans Patriot menargetkan bisa mendapatkan pendapatan Rp 1 miliar pada tahun ini.

“Bicara soal target, minimal bisa Rp 1 miliar dalam satu tahun ini. Itu pendapatan dari sembilan unit bus yang sudah beroperasi sekarang,” kata Kepala Humas PDMP Iqbal Daut kepada wartawan, Ahad (6/1).

Dinas Perhubugan (Dishub) Kota Bekasi mulai tanggal 3 Januari 2019 telah resmi memberlakukan tarif berbayar kepada seluruh penumpang Trans Patriot. Tarif Rp 4 ribu per penumpang untuk jarak jauh maupun dekat.

Tarif tersebut sedikit lebih tinggi dari yang direncanakan sebelumnya sebesar Rp 3.500. Seiring diberlakukannya tarif, Pemkot Bekasi kemudian mendapat hibah bus sebanyak 20 unit dari Kementerian Perhubungan.

Iqbal berharap, 20 armada tersebut pun dapat segera beroperasi agar PDMP bisa lebih memiliki peluang untuk menambah pendapatan. Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa tarif yang ada saat ini masih disubsidi oleh anggaran Pemerintah Kota Bekasi.

Namun, kata Iqbal, bukan berarti PDMP harus berdiam diri dan tidak berupaya agar usaha Bus Trans Patriot memberikan pemasukan bagi kas daerah. “Ditetapkannya tarif sebesar Rp 4 ribu sudah cukup representatif dengan aspek kenyamanan, kemanan, kepastian jadwal, dan tujuan. Paling kita hanya terganggu sama kemacetan saja,” kata dia.

Iqbal menambahkan, alasan penetapan tarif Rp 4 ribu per penumpang di antaranya agar tidak mematikan para sopir angkot saat ini. Sebab, dibanding dengan Bus Trans Patriot, tarif angkot cukup tinggi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Komarudin mengatakan, bisnis bus angkutan massal Trans Patriot harus menjadi lini bisnis Pemkot Bekasi yang mengutamakan pelayanan. Ia pun meyakini PDMP sebagai BUMD yang berpengalaman dalam memanajemen potensi pemasukan daerah bisa mengelola Trans Patriot dengan baik.

Komarudin pun mengusulkan agar Bus Trans Patriot bisa dijadikan sebagai tempat iklan para perusahaan sponsor. Dengan demikian, selain meraup pendapatan dari penumpang, PDMP juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha iklan berjalan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA