Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Tetangga Lihat Dua Botol Kaca di Garasi Laode

Rabu 09 Jan 2019 15:45 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Indira Rezkisari

Kondisi rumah Wakil ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Kondisi rumah Wakil ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Foto: Republika/Wihdan
Satu botol tidak pecah, menyisakan api di atas botol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tetangga Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif, Nazarudin Syah Nasution, melihat dua botol di depan rumah Laode pascapelemparan bom molotov. Satu botol berbahan kaca pecah dan belingnya berserakan di halaman depan rumah Laode. Sedangkan satu botol kaca lagi terlihat tetap tegak berdiri di sudut pojok garasi dengan menyisakan api kecil.

Nazarudin mengatakan, pada sekitar pukul 05.00 pagi WIB dia diberitahu ibu mertuanya, Suwarni, soal bom molotov di garasi kediaman Laode. Lantas ia keluar untuk melihatnya. "Jadi ada dua botol, satu pecah, satu tidak. Yang tidak pecah masih ada apinya di atas botol," kata dia di depan rumah Laode, Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu (9/1).

Kaca botol yang tak pecah warnanya bening, terlihat tebal dan terdapat stiker berwarna hitam pada bagian badan botol. "Kayak botol miras. Bening. Stiker mereknya hitam. Tebal (kacanya)," ujar dia.

Pagi itu, masih di sekitar pukul 05.00 WIB, kata Nazarudin, suasana di sekitar rumah Laode belum ramai. Yang ada saat itu hanya dia, Suwarni, Laode yang keluar dari dalam untuk melihat kondisi di garasi, dan sopir Laode yang baru tiba. "Pak Laode dari malam kayaknya memang ada di rumah," ucapnya.

Tim Khusus Mabes Polri menyelidiki aksi teror di kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, tim tersebut diisi oleh jajaran Polda Metro Jaya, dibantu anggota Detasemen Khusus Antiteror 88, Inafis, dan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

"Saat ini penyidik sedang bekerja. Kita tunggu saja," sebut Kombes Pol Argo. Argo mengatakan, penyidik telah memeriksa beberapa saksi dan rekaman kamera tersembunyi.

Namun, ia belum dapat menjelaskan secara detail hasil pemeriksaan awal penyidik. Diungkapkan Argo, terdapat dua rakitan molotov terbuat dari botol kaca berisi bahan bakar dan sumbu yang dilemparkan ke arah rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42-C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

"Ada dua biji yang dilemparkan. Sekali tidak nyala dan tidak pecah masih utuh. Yang kedua pecah," tutur Argo.

Sementara itu, ada tas yang ditemukan tersangkut di pagar kediaman Agus di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. "(Benda yang tersangkut di pagar) bukan bom tapi tas, dan ada suatu benda sedang dicek tim Inafis. Tunggu (pemeriksaan) ahli," jelas Argo.

Usai kejadian itu, pihak kepolisian memastikan situasi di kediaman dua petinggi KPK itu aman dan kondusif lantaran telah dilakukan sterilisasi, serta meningkatkan patroli.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA