Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Kiai Said: Warga dan Kiai NU tak Mungkin Sebar Hoaks

Kamis 10 Jan 2019 19:00 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siroj

Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siroj

Foto: Republika/Yasin Habibi
Menyebarkan hoaks adalah haram dan dosa besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, anggotanya tidak mungkin membuat dan menyebarkan hoaks di tengah tingginya tensi politik menjelang Pemilu 2019. Mereka yang menyebar hoaks pasti bukan warga NU.

"Kalau untuk warga NU, saya jamin. Kiai-kiai, santri-santri NU, tidak mungkin kiai NU bikin hoaks tujuh kontainer surat suara dicoblos. Pasti bukan NU, pasti. Saya jamin 100 persen pasti bukan NU," kata Said Aqil usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (10/1).

Pembuatan dan penyebaran berita bohong merupakan salah satu tindakan tercela. Sehingga sesuai dengan pesan Wapres JK, NU diminta untuk menjaga masyarakat agar tidak terprovokasi hoaks.

"Keputusan kita kan haram, dosa besar itu menyebarkan hoaks atau fitnah. Jelas, Pak Wapres mengharapkan NU selalu mengawal masyarakat agar jangan sampai terprovokasi oleh hoaks," tambahnya.

Baca juga, Dari Mana Kabar Tujuh Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos?

Said Aqil menjelaskan, larangan agar tidak terpengaruh berita bohong sudah diatur dalam Aluqran sejak jaman Nabi Muhammad. Dalam Alquran disinggung soal berita bohong maupun adu domba.

"Di Al-Quran 15 abad yang lalu sudah wanti-wanti, 'warning', jangan terpengaruh oleh berita bohong, adu domba, di Surat Al-Qalam. Jadi Al-Quran sudah 'warning' untuk era sekarang," tambahnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA