Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Kanker Nasofaring di Indonesia dan Upaya Pemulihannya

Jumat 11 Jan 2019 11:00 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil

Kanker nasofaring

Pita kepedulian kanker.

Foto: Pixabay
Penderita kanker nasofaring kisaran empat hingga sembilan per 100 ribu penduduk.

Kanker Dipengaruhi oleh Faktor Lingkungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, kanker banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
"Kalau saya melihat lingkungan juga berpengaruh cukup besar. Sebab zat-zat karsinogenik banyak di lingkungan kita," katanya saat ditemui di pemaparan kinerja Kemenkes, di Jakarta, Kamis (10/1).

Ia menyontohkan ikan yang telah tercemar merkuri kemudian dimakan manusia, maka ini menjadi toksin dan menyebabkan mutasi sel. Jadi, dia menambahkan, kanker merupakan sel yang bermutasi setelah sel sebelumnya diatur. Namun karena ada zat karsinogenik akhirnya sel itu bermutasi.

"Jadi kanker itu karena dia (Arifin Ilham, Red) 'diganggu' zat karsinogenik yang tidak mau mati dan terus tumbuh kemudian berubah menjadi sel kanker," ujarnya.

Karena itu ia menekankan pentingnya lingkungan yang bersih. Nila khawatir kalau lingkungan tidak diperbaiki maka jumlah kasus kanker bisa meningkat. "Karena itu gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) bukan hanya pekerjaan Kemenkes melainkan juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," katanya.

Pemulihan

Organisasi prefesional yang mewakili onkologi, American Society of Clinical Oncology (ASCO) menjelaskan banyak perawatan yang digunakan dokter untuk menangani pasien kanker nasofaring. ASCO menjelaskan sejumlah standar perawatan atau perawatan terbaik dalam artikel Kanker Nasofaring: Pilihan Perawatan di laman Cancer.net.

Dalam perawatan kanker, berbagai jenis dokter sering bekerja bersama membuat rencana perawatan keseluruhan pasien. Perawatan itu biasanya menggabungkan berbagai jenis perawatan yang disebut tim multidisiplin. Tim tersebut meliputi, pertama, ahli onkologi medis, yakni dokter yang mengobati kanker menggunakan kemoterapi atau obat lain, seperti terapi yang ditargetkan. Kedua, ahli onkologi radiasi, yakni, seorang dokter yang berspesialisasi dalam mengobati kanker menggunakan terapi radiasi.

Ketiga, ahli onkologi bedah, yakni seorang dokter yang merawat kanker menggunakan operasi. Keempat, ahli THT, yakni dokter yang merawat masalah telinga, hidung, dan tenggorokan. Kelima, maxillofacial prosthodontist, yakni seorang spesialis yang melakukan operasi restoratif di daerah kepala dan leher.

Keenam, dokter gigi onkologi atau ahli onkologi oral, yakni dokter gigi berpengalaman dalam merawat orang dengan kanker kepala dan leher. Ketujuh, terapis fisik, yakni seorang profesional perawatan kesehatan yang membantu pasien meningkatkan kekuatan fisik dan kemampuan untuk bergerak.

Kedelapan, ahli patologi wicara-bahasa (SLP), yakni profesional ini memiliki spesialisasi dalam komunikasi dan gangguan menelan. SLP membantu pasien mendapatkan kembali keterampilan berbicara, menelan, dan motorik oral setelah perawatan kanker yang memengaruhi kepala, mulut, dan leher.

Tim perawatan kanker mencakup berbagai profesional perawatan kesehatan lainnya, seperti asisten dokter, perawat onkologi, pekerja sosial, apoteker, konselor, ahli diet, dan lainnya. Banyak kanker nasofaring dapat disembuhkan, terutama jika ditemukan lebih awal.

Baca juga: Pengakuan Dua Muncikari dan Indikasi Prostitusi 45 Artis

Baca juga: Capres-Cawapres Diberikan Daftar Pertanyaan Sebelum Debat

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA