Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Misbakhun Bekali Argumen Penangkis ke Relawan

Selasa 15 Jan 2019 17:53 WIB

Red: Muhammad Hafil

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun (kiri)

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun (kiri)

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Misbakhun menyebut pertambahan utang disertai kenaikan aset pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN -- Politikus Golkar Mukhamad Misbakhun membekali relawan tekun dengan argumen untuk menangkis isu soal utang pemerintah di era Presiden Jokowi. Sebab, selama ini yang selalu digembar-gemborkan penentang Jokowi adalah pertambahan utang pemerintah.

“Kalau ada cerita bayi baru lahir itu sudah punya utang Rp 12 juta, saya tanya bapak dan ibu semua apakah pernah ditarik untuk ikut bayar utang pemerintah? Tidak kan?” kata Misbakbun saat berbicara pada konsolidasi Relawan Tetap Misbakhun (Tekun) Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Ahad (13/1) seperti dikutip dalam siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Senin (14/1).

Misbakhun menambahkan, narasi tentang tambahan utang sengaja dibuat oleh pihak yang tak menginginkan Presiden Jokowi menang pilpres lagi. Padahal, pemerintah tidak bisa semaunya berutang karena harus melalui persetujuan DPR, termasuk fraksi-fraksi partai yang selama ini menempatkan diri sebagai oposisi.

“Ini perlu dijelaskan. Biasanya partai politik setiap pembahasan APBN di DPR semua partai ikut dan setuju. Termasuk mereka yang teriak teriak soal utang,” ujarnya.

Bagi Misbakhun, pemerintahan Presiden Jokowi berutang demi pembangunan. Angka pinjamannya pun sudah sesuai perhitungan dan persetujuan berbagai pihak.
“Kalaupun Indonesia membangun infrastruktur tanpa utang pasti bisa. Tapi pertanyaannya kapan bisa selesai? Bisa sampai puluhan tahun lagi,” ucap Misbakhun.

Misbakhun menambahkan, yang penting pertambahan utang juga disertai kenaikan aset pemerintah. “Sehingga penerimaan pajak negara bertambah jadi mempunyai kemampuan untuk mengembalikan utang,” urainya.

Kepada relawannya di Probolinggo dan Pasuruan, caleg pejawat untuk kursi DPR di dapil Jatim II itu mewanti-wanti relawan pendukungnya tetap kompak. Misbakhun menargetkan suara Golkar di dapil Jatim II pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 melebihi 150 ribu. Karena itu, dia meminta relawannya bekerja keras demi suara Golkar di Pasuruan dan Probolinggo yang termasuk sebagai wilayah Tapal Kuda.

 “Saya berharap kekompakan tim terus dijaga. Tim mulai bekerja mencari suara agar target Golkar mendapat 150 ribu suara bisa tercapai,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA