Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pemkab Susun Tahap Rekonstruksi Bencana Tsunami Lampung

Rabu 16 Jan 2019 21:00 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil

Warga melintasi reruntuhan rumah yang rusak akibat tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (28/12/2018).

Warga melintasi reruntuhan rumah yang rusak akibat tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (28/12/2018).

Foto: Antara/Ardiansyah
Pemkab dan jajaran terkait segera melakukan pendataan kerugian.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menyiapkan tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi, setelah berakhir masa tanggap darurat bencana tsunami Selat Sunda di pesisir kabupaten tersebut, Rabu (16/1). Pemkab mulai melakukan pendataan kerugian dan kerusakan fasilitasn pemerintah dan masyarakat setelah gelombang tsunami menerjang pada akhir tahun lalu.

Pemkab Lampung Selatan bersana BNPB dan jajaran terkait mengelar rapat koordinasi antarjajarannya untuk mendata dan menginventarisasi dampak bencana tsunami, Rabu (16/1). Rakor tersebut untuk menginventariasi kerugian dan kerusakan sebelum memasuki tahapn rekonstruksi dan rehabilitasi seusai masa tanggap darurat.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Selatan Fredy menyatakan, perlunya pendataan yang akurat akibat tsunami yang melanda di bagian pesisir Kabupaten Lampung Selatan, sebelum memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. “Setelah masa tanggap darurat, kita mulai masuk tahap rekonstruksi dan rehabilitasi,” kata Fredy saat memberikan pengarahan rakor.

Ia mengatakan, pemkab dan jajaran terkait segera melakukan pendataan kerugian dan kerusakan yang dialami warga di pesisir Lampung Selatan. Selain itu, pemkab juga memikirkan relokasi warga yang rumahnya rusak, dan juga merehabilitasi pekerjaan warga yang terdampak tsunami beberapa waktu lalu.

Rakor tersebut, akan mendata secara rinci dan detil terhadap kerugian dan kerusakan berbagai fasilitas pemerintah dan masyarakat sebelum mengajukan anggarannya ke pusat. “Besok sudah final karena akan diusulkan anggarannya,” kata dia.

Menurutnya, memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi ini segera dipercepat, agar pengungsi tidak lagi berlama-lama di pengungsian. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga dapat terpenuhi setelah berbagai fasilitas pemerintah juga mengalami kerusakan.

Data pada Media Center Posko Penanggulangan Darurat Bencana Tsunami Kabupaten Lamsel, bencana tsunami yang melanda pesisir selatan Kabupaten Lapung Selatan, diantaranya 122 orang korban meninggal dunia, tujuh orang hilan, dan 12.394 orang mengalami luka-luka. Sedangkan kerusakan sebanyak 537 unit rumah rusak berat, 146 unit rumah rusak sedang, dan 139 unit rumah rusak ringan. 
 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA