Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

KPU Klaim Produksi Surat Suara Pemilu Hemat Rp 291 Miliar

Ahad 20 Jan 2019 16:40 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Bayu Hermawan

Komisioner KPU Ilham Saputra menunjukkan surat suara legislatif kepada awak media saat pencetakan di Jakarta, Ahad (20/1/2019).

Komisioner KPU Ilham Saputra menunjukkan surat suara legislatif kepada awak media saat pencetakan di Jakarta, Ahad (20/1/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Surat suara untuk pemilu diproduksi melalui enam konsorsium perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim mengklaim berhasil menghemat anggaran pemilu sebesar lebih dari Rp 291 miliar, dalam produksi surat suara Pemilu 2019. KPU secara resmi memulai produksi surat suara lewat enam konsorsium perusahaan pada Ahad (20/1).

"Dari pengadaan surat suara ini, KPU setidaknya berhasil melakukan penghematan Rp291.378.192.100  (32,57 persen) dari total pagu anggaran sebesar Rp 894.720.293.000, atau telah hemat Rp269.349.301.525 atau 30,86 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 872.691.402.425," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra dalam konferensi pers di Gedung Percetakan Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Ahad (20/1).

Menurut Ilham, KPU telah resmi memulai proses produksi surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019. Total surat suara yang diproduksi sebanyak 939.879.651 lembar dan diproduksi serentak oleh enam konsorsium perusahaan.  "Keenam Konsorsium sendiri tersebar di 35 lokasi, di 3 provinsi dengan nilai kontrak Rp 603.342.100.900," lanjut Ilham.

Baca juga: KPU: Tidak Ada Surat Suara yang Dicetak di China

Ia menambahkan, proses produksi surat suara sesuai jadwal tender berlangsung pada 19 Januari hingga 19 Maret 2019. Kemudian distribusi dan serah terima surat suara berlangsung 1 Maret hingga 29 Maret 2019.

Ilham Saputra juga menegaskan tidak ada surat suara yang dicetak di China. Seluruh surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019 dicetak di Indonesia. "Kami tegaskan tidak ada surat suara yang dicetak di China. Semua dicetak di Indonesia," tegasnya.

Berikut ini data enak perusahaan yang membawahi konsorsium produsen surat suara :

1. PT Aksara Grafika Pratama (4 lokasi)
- Jumlah yang dicetak: 68.176.374 (7,25%).

2 PT Balai Pustaka (4 lokasi)
- Jumlah yang dicetak: 139.894.529 (14,88%)

3. PT Gramedia (9 lokasi)
- Jumlah yang dicetak: 292.019.984 (31,07%)

4. PT Temprina Media Grafika (11 lokasi)
- Jumlah yang dicetak: 255.019.544 (27,13%)

5. PT Puri Panca Pujibangun (6 lokasi)
- Jumlah yang dicetak: 107.714.950 (11,46%)

6. PT Adi Perkasa Makassar (1 lokasi)
- Jumlah yang dicetak: 77.054.270 (8,2%)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA