Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Kiai Maruf Harap Ada Kiai Sunda yang Jadi Wapres

Ahad 20 Jan 2019 17:46 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Indira Rezkisari

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menggunting pita sebagai tanda dibukanya bazaar hasil bumi relawan Jokowi-Ma'ruf Amin saat kampanye di Desa Cigugur Girang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).Dalam kampanyenya, Ma'ruf Amin juga membuka bazaar hasil bumi dari relawan Jokowi-Maruf Amin.

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menggunting pita sebagai tanda dibukanya bazaar hasil bumi relawan Jokowi-Ma'ruf Amin saat kampanye di Desa Cigugur Girang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).Dalam kampanyenya, Ma'ruf Amin juga membuka bazaar hasil bumi dari relawan Jokowi-Maruf Amin.

Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Orang Sunda terakhir yang jadi wapres adalah Umar Wirahadikusumah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin mengatakan, sudah lama orang Sunda tidak menjadi Wakil Presiden. Terakhir, kata dia, orang Sunda yang menjadi Wakil Presiden adalah Umar Wirahadikusumah yang menjabat antara 1983 dan 1988. Namun, tokoh Sunda itu berlatar belakang Jenderal TNI.

Karena itu, Kiai Ma'ruf berharap tahun ini ada orang Sunda yang menjadi Wapres dengan latar belakang seorang kiai. "Kalau dulu ada orang Sunda yang jadi wakil presiden dari jenderal, Umar Wirahadikusumah. Sekarang diharapkan ada orang Sunda yang dari kiai," ujar Kiai Ma'ruf saat menghadiri acara Taushiyah Kebangsaan di Pondok Pesantren Mambaul Falah, Bandung Barat, Ahad (20/1).

Berdasarkan Pantuan di lokasi, acara tausyiah dihadiri ribuan santri, serta beberapa ulama dan kiai Bandung. Acara ini juga dihadiri juru bicara Tim Kampanye Nasional (TJN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily.

Menurut Kiai Ma'ruf, memang banyak orang Sunda di Indonesia, tapi seakan-akan saat ini tidak ada, karena sudah lama tidak ada yang menjabat sebagai pimpinan tertinggi di Indonesia. "Katanya orang Sunda itu asa aya tapi teu aya (seperti ada tapi tidak ada). Sekarang kudu aya (harus ada)," ucap asal Banten ini, yang baru dikukuhkan sebagai Tokoh Pasundan pada Sabtu (19/1) kemarin.

Dalam acara ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga memaparkan tentang gagasan Ekonomi Arus Baru Baru Indonesia yang akan dilakukannya bersama Calon Presiden petahana Joko Widodo. Menurut dia, pembangunan ekonomi ke depannya harus dibangun dari bawah, sehingga masyarakat yang masih lemah bisa menjadi kuat.

"Jadi menguatkan yang lemah, tapi bukan membenturkan antara yang lemah dan yang kuat," ucapnya.

Untuk merealisasikan gagasannya itu, Kiai Ma'ruf pun meminta dukungan dan doa kepada ulama, santri, dan masyarajat Sunda yang menghadiri acara tersebut. "Minta doanya, minta dukungannya karena ini tanggung jawab kiai, tanggunghawab santri. Kiai punya tanggung jawab karena saya kiai, santri punya tanggung jawab karena saya santri, dan orang Sunda punya tanggungbjawab karrna saya representasi dari Sunda," kata Kiai Ma'ruf.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA