Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

NA: Pola Pengasuhan Anak Minimalisasi Jaringan Prostitusi

Selasa 22 Jan 2019 15:48 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sudah semestinya orang tua memperhatikan dan menjalin kedekatan dengan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan prostitusi online kian memprihantinkan di Indonesia. Pelakunya melibatkan kalangan masyarakat biasa, para artis dan model. Melihat fenomena tersebut, Organisasi Masyarakat (Ormas) Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) menyebut kasus prostitusi online bukan lagi kasus pertama yang menyita perhatian publik.

Adanya pemberitaan ini memicu banyak persepsi positif maupun negatif. Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini mengatakan pihaknya sebagai ormas perempuan sudah pro-aktif melakukan edukasi dan pencegahan dari mulai keluarga hingga pelajar baik perempuan dan laki-laki.

“Yang sudah kami lakukan dengan preventif, yaitu dengan sosialisasi pencegahan secara langsung ataupun dengan media sosial dan kampanye,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Selasa (22/1).

Menurut dia, munculnya kasus tersebut tak lepas dari kendali dan tanggung jawab keluarga di mana membuat anak akan bebas melakukan apapun dan bergaul dengan siapapun. Terpenting, pola pengasuhan anak apakah terlalu memanjakan atau memenuhi semua kebutuhan.

“Maka sudah semestinya orang tua memperhatikan dan menjalin kedekatan dengan anak. Bentuk perhatian bisa banyak, tidak mesti dengan mencukupi semua kebutuhan anak berarti memperhatikan anak, namun dengan mengetahui siapa teman anak dan dengan siapa pergi akan memudahkan orang tua untuk memantau,” katanya.

Untuk itu, ia mengimbau secara edukasi agar pendidikan anak di lingkungan keluarga dapat ditingkatan guna melakukan pencegahan. Meskipun selama ini pihaknya sudah pro-aktif melakukan empowering pada perempuan baik, dalam sisi ilmu agama hingga kegiatan yang positif serta kontributif pada masyarakat di sekitar.

“Kami juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik instansi pemerintah, masyarakat hingga sesama ormas untuk melakukan gerakan bersama tentang bahaya prostitusi online,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA