Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Temui Jokowi, Nelayan Minta Pendirian 'Bulog Perikanan'

Selasa 22 Jan 2019 16:14 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Bayu Hermawan

Sejumlah komunitas nelayan dari berbagai daerah menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (22/1).

Sejumlah komunitas nelayan dari berbagai daerah menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (22/1).

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Sekitar 300 perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia bertemu presiden di Istana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 300 perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara pada Selasa (22/1) siang ini. Salah satu topik yang dibicarakan adalah usulan agar pemerintah membentuk institusi yang bertugas menjaga stabilitas harga komoditas perikanan atau serupa dengan Perum Bulog di sektor pangan, khususnya beras.

Salah satu perwakilan nelayan, Iin Rohimin, menjelaskan alasan di balik ide pembentukan 'Bulog Perikanan' ini. Menurutnya, produksi ikan juga bersifat musiman. Artinya, perlu ada institusi yang menjaga harga komoditas perikanan ketika harga anjlok akibat produksi yang berlimpah. Fungsinya, ujar Iin, serupa dengan Bulog yang bertugas menyerap beras saat musim panen tiba.

"Kalau di sektor pertanian kan kita kenal Bulog. Di nelayan kami sampaikan perlu ada Bulog di sektor nelayan. Karena ketika produksi melimpah-ruah harga jatuh dan tidak ada yang naikkan harga," ujar Iin saat menyampaikan aspirasi di hadapan Presiden Jokowi, Selasa (22/1).

Iin berharap Presiden dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merespons positif ide untuk membentuk 'Bulog Perikanan' ini. Sedikit merunut ke belakang, sebetulnya ide pembentukan 'Bulog Perikanan' ini pernah disampaikan oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri tahun 2015 lalu.

Saat itu Rohmin mengajukan agar seafood atau makanan ikan laut dapat dijadikan sebagai komoditas strategis nasional, mengingat besarnya potensi budi daya perikanan RI. Dengan dijadikan sebagai komoditas strategis, menurut Rokhmin, maka pihak otoritas dinilai juga akan mau membangun lembaga seperti Bulog untuk sektor kelautan dan perikanan untuk menjaga stabilitas harga komoditas perikanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA