Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Satgas Antimafia Bola Kerja Keras Sebelum Liga Dimulai

Selasa 22 Jan 2019 20:58 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes  Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).

Foto: Republika/Ijal Rosikhul Ilmi
Satgas menentukan skala prioritas yang harus segera diselesaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian memprioritaskan pengusutan dugaan praktik pengaturan skor di Liga 3 terlebih dahulu sebelum masuk ke kompetisi lainnya. Pengusutan tersebut diharapkan dapat menemukan titik terang sebelum gelaran liga sepak bola Indonesia dimulai.

"Tentunya satgas akan menentukan skala prioritas mana yang harus segera diselesaikan," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Dedi menerangkan, saat ini prioritas utama Satgas Antimafia Bola ada pada pengusutan dugaan pengaturan skor di Liga 3. Hal tersebut bukan berarti pengusutan hal yang sama di Liga 2, Liga 1, dan yang lainnya bukan merupakan prioritas.

"Liga 3 diclearkan dulu (baru masuk ke yang selanjutnya). Kalau yang lain-lainnya itu masuk ke prioritas, tapi prioritas yang kedua atau yang ketiga," terangnya.

Ia menyebutkan, pengusutan dugaan pengaturan skor dilakukan agar tak ada lagi persepsi di masyarakat, masih ada orang-orang yang mencoba melakukan praktik pengaturan skor ketika liga tersebut kembali dimulai pada 2019. Karena itu, kata dia, Satgas Antimafia Bola akan bekerja keras.

"Kita benar-benar meng-clear-kan dulu. Berikan jaminan dulu sampai dengan bulan Mei, sebelum liga itu bergulir. Insya Allah satgas ini akan bekerja sangat keras untuk menyelesaikan mafia pengaturan skor yang ada di liga-liga," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA