Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

PDIP Sebut Ahok Sudah Punya Modal Berpolitik

Kamis 24 Jan 2019 15:28 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (tengah) berfoto dengan kerabatnya di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (tengah) berfoto dengan kerabatnya di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Foto: Antara/HO
Politikus PDIP menilai pemenjaraan menjadi ujian bagi BTP atau Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pdi perjuangan andreas pareira menilai basuki tjahaja purnama (BTP) alias ahok sudah punya modal untuk kembali terjun ke dunia politik. Ia menilai pemenjaraan BTP adalah bagian dari ujian atas dirinya.

Andreas menuturkan, BTP sudah mempunyai modal sosial yang tinggi dengan begitu banyaknya simpati dan dukungan yang diberikan pada dirinya. "BTP pun mempunyai bekal pengalaman di dunia politik baik eksekutif maupun legislatif," kata Andreas, Kamis (24/1).

Menurutnya, Ahok pun mempunyai kemampuan teknokrasi dalam merancang pemabangunan melalui pengalaman memimpin DKI. Namun, rencana Ahok ke depan tetap diserahkan pada Ahok.

"Tentu BTP lah yang lebih paham apa rencana karirnya ke depan, setelah kembali menghirup udara kebebasan," ujarnya.

Andreas memaparkan, bebasnya Ahok setelah menjalani masa tahanan selama satu tahun delapan bulan merupakan pembebasan murni atas masa hukuman yang telah divonis hakim. Sehingga, kata dia, Ahom telah menunjukan contoh sebagai warga negara yang baik, taat menjalani semua proses hukum.

"Meskipun aroma politik dan nuansa pilkada DKI yang menjadikan polemik di sekitar kasus ini pun sangat tinggi,sebelum hakim menjatuhkan vonis atas dirinya," kata dia.

Sebagai seorang politikus, menurut Andrea, Ahok sudah membuktikan tahan uji dari segala rintangan politik saat dipenjara karena kasus penodaan Agama. Ia pun membandingkan Ahok dengan tokoh dunia yang pernah dipenjara. "Bung Karno dan Bung Hatta di Indonesia, atau Nelson Mandela di Afrika Selatan," kata dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA