Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pengamat: Ahok akan Tunggu Pilpres 2019 Usai

Jumat 25 Jan 2019 00:45 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Teguh Firmansyah

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengurus administrasi pembebasan dirinya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (24/1).

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengurus administrasi pembebasan dirinya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (24/1).

Foto: Instagram/@basukibtp
Kalau Ahok kembali ke politik saat ini, maka akan menimbulkan dua sisi mata pisau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP)  resmi bebas pada Kamis (24/1). Meski Ahok kembali memiliki hak untuk berpolitik, namun latar belakang kasusnya yang menyedot perhatian dinilai akan mempengaruhi sepak terjang BTP di panggung politik.

Direktur Indonesia Public  Instute Karyono Wibowo mengatakan,  dengan status bebas murni yang masih seumur jagung, Ahok cenderung menghindari  manuver-manuver politik yang sempat menjatuhkannya beberapa tahun lalu. Menurutnya, pilihan yang terbaik untuk Ahok saat ini adalah fokus di urusan sosial, pendidikan, dan spiritual.

“Saya kira setidaknya Ahok menunggu hingga Pilpres 2019 usai. Saya kira hal-hal tersebut baik untuk Ahok karena momentum politiknya belum tepat,” kata Karyono kepada Republika.co.id, Kamis.

Kendati demikian, lanjutnya, jika Ahok memilih untuk kembali ke panggung politik, hal tersebut dapat menjadi dua sisi mata pisau bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf pada pilpres. Menurutnya, Ahok memiliki basis pendukung tersendiri sedangkan Ma’ruf juga demikian.

Baca juga,  Ahok Kembali ke Politik, Jokowi: Terserah Pak Ahok.

Jika ditelisik lebih jauh, Ma’ruf Amin merupakan salah satu orang  yang menyatakan bahwa pernyataan Ahok ihwal Al-Maidah ayat 51 adalah penodaan agama. “Ini dapat menimbulkan kekecewaaan di hati para Ahokers dan pendukung Ma’rufAmin. Tapi, jika mereka mau legowo, saya kira justru akan menjadi kekuatan yang besar,” ujarnya.


Untuk mendulang dukungan besar itu, ia menyarankan agar Ahok dapat bertemu dengan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin untuk berkonsolidasi. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi momentum politik bagi keduanya agar dapat memenangkan pemilihan presiden bagi kubu petahana.

Namun kembali lagi, hal-hal tersebut adalah hak sepenuhnya Ahok untuk memilih langkah selanjutnya setelah bebas merdeka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA