Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Polisi: Sopir Bus Bima Suci Masih Berstatus Saksi

Senin 28 Jan 2019 23:00 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Bayu Hermawan

Bangkai Bus Bima Suci Nopol A 7530 CS jurusan Bandung-Merak, yang jatuh ke jurang di Tol Cipularang KM 70+400,Purwakarta, Senin (28/1).

Bangkai Bus Bima Suci Nopol A 7530 CS jurusan Bandung-Merak, yang jatuh ke jurang di Tol Cipularang KM 70+400,Purwakarta, Senin (28/1).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Polisi belum memeriksa secara mendalam mengingat sopir masih menjalani perawatan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Dede Suhaeri (40), sopir Bus Bima Suci jurusan Bandung-Merak yang mengalami kecelakaan di Tol Cipularang, masih menjalani perawatan di RS Rama Hadi, Purwakarta. Polisi mengatakan Dede masih berstatus sebagai saksi dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Refdi Andri, membenarkan jika sopir bus maut itu statusnya masih saksi. Sebab, sopir sedang menjalani perawatan dan kondisinya masih syok. Sehingga, pertanyaan yang diajukan oleh anggota juga, masih seputar yang ringan-ringan.

"Saya juga sempat mengunjungi sopir, dia sudah sadar. Tapi, pertanyaan kami masih yang ringan saja," ujarnya, kepada Republika.co.id, Senin (28/1).

Refdi melanjutkan, polisi baru akan meminta keterangan lebih detail jika kondisi Dede sudah benar-benar puluh. Sementara untuk penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan tujuh penumpang meninggal dunia, polisi masih mendalami.

Sementara itu, Direktur RS Rama Hadi, Novi Christina, membenarkan jika pasien atas nama Dede Suhaeri telah sadar. Serta, bisa diajak komunikasi dengan baik. Namun, pasien masih terlihat syok atas kejadian ini. "Korban, mengalami luka-luka seperti di bagian tangan. Selain pasien yang selamat, ada dua pasien lainnya yang dibawa ke Rama Hadi dengan kondisi sudah meninggal dunia," ujar Novi.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA