Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

PARFI tak Masalah Menyanyikan Indonesia Raya di Bioskop

Jumat 01 Feb 2019 21:05 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Muhammad Hafil

Ketua Umum Parfi 56 Marcella Zalianty

Ketua Umum Parfi 56 Marcella Zalianty

Foto: STIAMI
Tujuan untuk menyanyi lagu Indonesia Raya di bioskop merupakan maksud baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia ( parfi ),  Marcella Zalianty, mengatakan, tidak ada salahnya menyanyikan lagu indonesia raya sebelum menonton bioskop . Sebab, bisa membangkitkan semangat nasionalisme anak bangsa.

"Tentunya, ada cara-cara untuk membiasakan budaya tersebut terhadap masyarakat. Ini seperti di Thailand, ya," ucapnya, Jumat ( 1/2).

Kemudian, pasti ada pro dan kontra di dalam masyarakat. Menurutnya, dengan cara elegan bisa menambah semangat generasi muda. " Dengan menampilkan sesuatu di bioskop, sebelum film dimulai. tidak terlalu lama durasinya (tapi) mengandung nilai-nilai kecintaan bangsa," ujarnya.
 
Kendati demikian, tujuan untuk menyanyi lagu indonesia raya di bioskop merupakan maksud baik. Tetapi, belum tentu diterima oleh semua lapisan masyarakat.

Sebelumnya, kemenpora mengeluarkan surat imbauan tentang aktivitas menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum pemutaran film di bioskop. Sebagaimana isi dari surat imbauan tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta tanah air.

Namun, Kementerian Pemuda dan Olahraga mencabut imbauan tentang aktivitas menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" sebelum pemutaran film di bioskop. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, Jum'at (1/2).

“Sudah dicabut atas dasar berbagai pertimbangan,” kata Gatot melalui pesan singkatnya.

Keluarnya surat imbauan dengan nomor 1.30.01/Menpora/1/2019 itu menuai polemik tersendiri. Gatot menjelaskan dicabutnya surat imbauan tersebut lantaran munculnya kegaduhan di tengah publik. Kendati demikian, Gatot tak memerinci alasan pencabutan surat tersebut.“Atas dasar berbagai pertimbangan karena resistensi kegaduhannya sangat tinggi,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA