Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

RNPK 2019 Diharapkan Mampu Tuntaskan Persoalan Guru

Ahad 10 Feb 2019 11:49 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Bayu Hermawan

Guru mengajar di kelas. (Ilustrasi)

Guru mengajar di kelas. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan diharapkan merumuskan solusi permasalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada era digital seperti saat ini, guru dan tenaga kependidikan dituntut menyajikan proses pembelajaran yang interaktif dan mampu merangsang otak siswa. Kendati demikian, untuk mencapai itu, banyak persoalan guru yang harus terus dibenahi oleh pemerintah.

Mulai dari kemampuan pedagogi guru di Indonesia masih lemah, tidak meratanya guru, hingga persoalan-persoalan kesejahteraan bagi para guru honorer. Karenanya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano berharap momentum Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2019 ini bisa menjadi wadah untuk merumuskan solusi atas semua permasalahan guru.

"Besok kita akan menggelar Rembuk Nasional kan, di sana mari kita diskusikan, pecahkan masalahnya bersama. Merumuskan solusi bersama," kata Supriano kepada Republika.co.id, Ahad (10/2).

Supriano mengatakan, pemerintah saat ini telah membagi seluruh wilayah di Indonesia ke dalam sekitar 1.900 zona. Nantinya redistribusi guru akan dilakukan per zona. Dengan program zonasi itu diharapkan pemerataan guru bisa segera terwujud. Sementara itu, untuk meningkatkan kemampuan guru, Kemendikbud juga akan mengubah fokus pelatihan guru. Semula, pelatihan guru fokus pada konten namun tahun ini pelatihan akan difokuskan pada peningkatan kemampuan pedagogi guru.

"Tahun ini kami akan geser, jadi 70 persen porsi untuk peningkatan pedagogi guru dan 30 persennya untuk konten," jelasnya.

Supriano mengungkapkan bahwa RNPK juga melibatkan seluruh dinas pendidikan di Indonesia, para ahli pendidikan dan masyarakat. Untuk itu dia sangat optimistis RNPK akan mampu merumuskan solusi konkret bagi permasalahan guru di Indonesia.

RNPK berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 11 hingga 14 Februari 2019, di kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. RNPK ini direncanakan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada Selasa (12/2).

Tahun ini penyelenggaraan RNPK mengangkat tema 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'. Dengan tema ini, diharapkan seluruh peserta yang terdiri atas semua pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan dapat bersinergi dalam membuat strategi kedepan dalam menyukseskan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA