Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Banjir Bandang di Cilengkrang, Bupati Bandung Evaluasi KBU

Ahad 10 Feb 2019 16:22 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Kondisi Kompleks Pasir Jatienda setelah diterjang banjir bandang.

[ilustrasi] Kondisi Kompleks Pasir Jatienda setelah diterjang banjir bandang.

Foto: M Fauzi Ridwan
Banjir bandang di Kabupaten Bandung menewaskan tiga warga.

REPUBLIKA.CO.ID, CILENGKRANG -- Bupati Bandung Dadang M Naser mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana longsor dan banjir serta angin puting beliung di Kabupaten Bandung. Terlebih saat ini, musim sudah memasuki musim penghujan dan telah terjadi banjir bandang di Kompleks Jati Endah Regency, Dusun Jati Pasir RT 04 RW 16, Desa Jati Endah, Kecamaten Cilengkrang.

"Harus waspada dengan musim penghujan, kewaspadaan ditingkatkan terkait kondisi cuaca hujan akan berlanjut. Kesiapan kesiagaan yang ada di kaki gunung," ujarnya disela-sela meninjau korban banjir bandang di Komplek tersebut, Ahad (10/2).

Ia mengatakan, Kabupaten Bandung berada di peringkat 12 daerah rawan bencana seluruh Indonesia. Dirinya pun meminta agar BPBD dan instansi terkait segera merekayasa kembali anak Sungai Cipanjalu di atas Perumahan Jati Endah Regency agar air kembali ke jalurnya.

Baca Juga: Emil Instruksikan Tanggap Darurat Banjir Kabupaten Bandung

Dirinya pun berharap agar segera dibangun benteng sebagai pengganti benteng perumahan yang jebol. Ia menilai benteng perumahan tidak bertulang sehingga mudah jebol.

Tidak hanya itu, Dadang mengaku akan mengevaluasi terhadap pengawasan dan reboisasi Kawasan Bandung Utara (KBU). Sebab, meski lokasi bencana tak masuk KBU, ia tak menampik banjir bandang  terkait dengan kondisi KBU.

Menurutnya, pengendalian pembangunan terus dilakukan dengan ketat di lima desa di Kecamatan Cilengkrang yang masuk KBU. Katanya, sebanyak 20 persen yang boleh didirikan bangunan dan 80 persen harus menjadi kawasan hijau.

"Penghijauannya (di KBU) belum terasa, baru akan terasa 5-8 tahun ke depan," ungkapnya. Ia mengatakan masyarakat pun bisa terlibat dalam upaya konservasi KBU. Sementara terkait pengembang, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin jika belum ada kajian dan rekomendasi dari Pemprov Jabar.

Baca Juga: Kesaksian Ayah Korban Tewas Banjir Bandang di Bandung

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA