Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Jembatan Putus, Warga Terpaksa Memutar Sejauh 10 Kilometer

Ahad 10 Feb 2019 18:31 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nidia Zuraya

Jembatan putus. ilustrasi

Jembatan putus. ilustrasi

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Hujan yang terus turun membuat sejumlah jembatan di Kabupaten Kuningan putus

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Tingginya intensitas hujan dalam tiga hari terakhir di Kabupaten Kuningan telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana. Salah satunya jembatan putus di dua lokasi berbeda.

Jembatan putus itu masing-masing terjadi di Dusun Karangsari, Desa Dukuhpicung, Kecamatan Luragung, Sabtu (9/2) sekitar pukul 02.30 WIB dan di Dusun Keliwon, Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak, Sabtu (9/2) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan, jembatan yang putus di Desa Dukuhpicung tersebut merupakan penghubung Dusun Mayung dan Dusun Gandol menuju Desa Dukuhpicung. Karenanya, jembatan itu selama ini memiliki peran yang sangat penting bagi warga.

"Akibat putusnya jembatan Dukuhpicung, akses warga Dusun Mayung dan Dusun Gandol menuju Desa Dukuhpicung harus memutar ke Ciwaru sejauh sepuluh kilometer," ujar Agus, Ahad (10/2).

Agus menerangkan, putusnya jembatan Dukuhpicung itu terjadi setelah turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai pukul 16.00 – 20.00 WIB. Hal tersebut menyebabkan debit air Sungai Cisanggarung yang ada di bawahnya meluap dan membuat jembatan yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 2,5 meter itu terputus.

Saat ini, jembatan Dukuhpicung hanya tersisa di bagian kedua ujungnya saja. Sedangkan bagian tengah jembatan benar-benar terputus.

 

Beruntung, putusnya jembatan itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi dini hari saat tak ada warga yang melintas. BPBD setempat pun telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk penanganan lebih lanjut.

Salah seorang warga setempat, Saleh, berharap agar jembatan yang putus itu segera diperbaiki. Pasalnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk mobilitas warga sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian ke pasar.

"Kalau lewat jembatan itu jadi cepat sampai," tutur Saleh.

Sementara itu, jembatan yang putus di Desa Jalatrang juga diawali dengan hujan intensitas lebat dari pukul 15.30 – 17.00 WIB. Hal tersebut menyebabkan sungai Cimonte yang ada di bawahnya meluap sehingga membuat jembatan penghubung antardusun itu terputus.

"Upaya penanganan saat ini dilakukan dengan pembuatan jembatan darurat," terang Agus.

Seperti diketahui, hujan lebat yang terjadi selama tiga hari terakhir telah menyebabkan berbagai bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan. Selain jembatan putus, hujan lebat juga menyebabkan terjadinya bencana longsor, pergerakan tanah dan banjir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA