Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Pemberi Instruksi Perusakan Dokumen PSSI Diusut

Senin 11 Feb 2019 22:40 WIB

Red: Muhammad Hafil

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/2).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/2).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Satgas telah menetapkan tersangka perusakan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Satgas Antimafia Bola masih menyelidiki siapa pemberi instruksi tiga tersangka pencurian dan perusakan barang bukti di kantor Komisi Displin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Satgas berencana untuk melakukan pemanggilan terhadap mereka.

"Nanti kita cek apakah ada yang nyuruh atau tidak. Sampai sekarang belum ada. Kita tunggu saja perkembangannya," kata Ketua tim media satgas mafia bola, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2).

Ketika ditanya apakah penghancuran dokumen tersebut terkait dengan pemeriksaan Komite Wasit Nasrul Koto beberapa waktu lalu, Argo menyebut untuk saat ini pihaknya belum melihat kemungkinan tersebut.

Sebelumnya, satgas anti mafia bola telah menetapkan tiga tersangka pencurian dan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Mardani alias Dani, sopir Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Musmuliadi alias Mus, seorang pesuruh di PT Persija dan Abdul Gofar, pesuruh di PSSI.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan para tersangka mencuri, memasuki tempat dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti. Lokasi terjadinya perkara sudah dipasangi garis polisi.

"Tapi dirusak dan dicuri oleh para tersangka," ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/2) malam.

Kendati ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya tidak ditahan oleh pihak kepolisian dengan alasan kooperatif selama pemeriksaan dan menjelaskan detil perkaranya.

"Kami tidak bisa menjelaskan kooperatif seperti apa tapi mereka mau menjelaskan detilnya seperti apa," ujar Argo menambahkan.

Satgas Antimafia Bola sempat mencurigai pelaku yang mencoba menghilangkan barang bukti di kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park DO-07 adalah pihak internal PSSI karena ada ketiga tersangka di dalam ruangan yang digeledah.

Selain itu, polisi juga tengah menelusuri adanya dugaan penghilangan barang bukti lainnya, yakni kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi penggeledahan.

Dugaan penghilangan barang bukti ini dicurigai saat Satgas Anti Mafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park DO-07, Jalan HR Rasuna Said, Menteng Atas, pada 31 Januari 2019. Sejumlah dokumen keuangan Persija Jakarta juga diduga sengaja dirusak.

Dugaan itu didapat setelah satgas anti mafia bola mengkonfirmasinya kepada saksi internal PT Liga Indonesia yang mengaku berupaya menghilangkan barang bukti.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA