Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Kabupaten Pandeglang Diguncang Gempa 5 SR

Kamis 14 Feb 2019 07:59 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
BMKG meyakini gempa tidak menyebabkan tsunami di wilayah terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 SR mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa pukul 06.41 WIB, Kamis (14/2). Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi memiliki kekuatan 5 SR. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,07 LS dan 105,64 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 km arah selatan Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada kedalaman 56 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hal itu disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar Obliqe Turun (Oblique Normal Fault)," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/2).

Rahmat memerinci, berdasarkan informasi dari masyarakat, gempa bumi dirasakan di daerah Malingping, Cijaku, Panggarangan, Bayah, Ciptagelar, dan  Wanasalam III MMI. Sementara daerah Pelabuhan Ratu dirasakan II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," ujar dia.

Rahmat mengatakan hingga pukul 07.02 WIB, hasil monitoring (pemantauan) BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Rahmat. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA