Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Ini Kata BPN Soal Prabowo Diminta tak Shalat Jumat di Kauman

Kamis 14 Feb 2019 11:23 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN), Sudirman Said.

Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN), Sudirman Said.

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Takmir masjid minta Bawaslu larang Prabowo shalat karena khawatir ada tujuan politis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menanggapi kabar calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, dilarang shalat Jumat di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Semarang. Takmir masjid meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang Prabowo menunaikan shalat jumat di Kauman karena khawatir ada tujuan politis. 

Baca Juga

Ia mengaku prihatin dengan adanya larangan shalat jumat untuk Prabowo. Terkait larangan itu, Sudirman teringat masa kecilnya ketika ada orang dilarang melakukan shalat. 

“Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang salat dilarang-larang waktu kecil tahun 60-an. Ada kelompok yang melarang mushalanya dipakai karena beda aliran. Ada kelompok yang menghalangi rombongan mau shalat ied di lapangan,” kata Sudirman dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (14/2).

Baca Juga:

Bawaslu Tindak Lanjut Aduan Shalat Jumat Prabowo di Semarang

Bawaslu: STTP Prabowo di Masjid Kauman Kegiatan Pribadi

Menurut Sudirman, saat ini sudah era terbuka dan antarumat saling toleran. Sebagai orang yang pernah berlaga pada pemilihan gubernur Jateng 2018, Sudirman meyakini  itu bukan sikap warga Semarang, bukan pula sikap umat Islam Semarang.

Lebih lagi, ia mengatakan, hal itu bukan sikap kolektif takmir Masjid Kauman. “Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang,” ujarnya.

Pada pemilihan gubernur, Sudirman penah dua kali salat jumat di Masjid Kauman. Dia mengaku ketika itu dia duduk di barisan tengah karena masuk terlambat.

Baca Juga:

Alasan Masjid Kauman Tolak Kegiatan Shalat Jumat Prabowo

Soal Kegiatan Prabowo, Pihak Masjid Kauman Lapor Bawaslu

Namun oleh pengurus Masjid dia di bawa ke depan mihrab, duduk sebelahan dengan Imam. Bahkan sesudah selesai shalat diajak makan siang oleh seluruh takmir. Sambutan warga juga luar biasa.  

"Saya menyayangkan sampai terjadi larangan shalat Jumat terhadap Prabowo. Saya kok menduga ini justru ada pihak lain yang mempolitisasi shalat jumatnya Pak Prabowo,” tutup Sudirman Said. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA