Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Meriahnya Festival Cap Go Meh di Padang

Selasa 19 Feb 2019 21:10 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Esthi Maharani

Kemeriahan festival cap go meh di Kota Padang, Selasa (19/2).

Kemeriahan festival cap go meh di Kota Padang, Selasa (19/2).

Foto: republika/Febrian Fachri
Festival Cap Go Meh diadakan di kawasan Pondok, Kota Padang, Selasa (19/2).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Tokoh masyarakat Tionghoa di Kota Padang Albert Indra Lukman mengatakan komunitas masyarakat Tionghoa di Sumatera Barat bisa membaur dengan masyarakat sekitar. Hal ini dapat dilihat dari acara yang dibuat berbagai komunitas masyarakat Tionghoa di Sumbar.

Salah satunya acara tahunan Festival Cap Go Meh. Acara ini diadakan di kawasan Pondok, Kota Padang, Selasa (19/2). Acara ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di hadapan ribuan masyarakat Kota Padang yang ikut menyaksikan festival.

"Pada hari perayaan cap go meh ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa komunitas masayarakat Tionghoa bukanlah komunitas yang eksklusif. Kami ingin memberikan kontribusi memajukan kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya," kata Albert.

photo
Kemeriahan festival cap go meh di Kota Padang, Selasa (19/2).



Pantauan Republika, perayaan cap go meh di Kota Padang yang dipusatkan di bawah Jembatan Siti Nurbaya, Padang ini menampilkan pawai marching band, beraneka ragam tarian Kio, Barongsai, dan Naga.

Ada juga penampilan aksi bela diri wushu dan bela diri jenis lainnya. Uniknya, mereka juga menghadirkan penampilan seni bela diri silat atau silek yang merupakan seni bela diri khas Sumatera Barat. Hadirnya pertunjukan silat yang diiringin alat musik gendang menurut Albert sebagai bukti kalau masyarakat Minangkabau dan masyarakat Tionghoa selalu bisa hidup berdampingan dengan saling menhargai satu sama lain.

Albert merasa dukungan masyarakat dan pemerintah provinsi untuk festival cap go meh ini begitu tinggi. Hal itu membuat mereka optimistis kalau salah satu kebudayaan yang telah berabad-abad diturunkan oleh nenek moyang ini terus dilestarikan untuk memperkaya aneka budaya nasional.

"Tadi pak Gubernur mengatakan kalau ini harus dilestarikan. Itu merupakan suntikan motivasi yang bagus. Kami akan terus ikut berkontribusi membantu mengembangkan kebudayaan bangsa," ujar Albert.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA