Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Asap Cokelat dan Bau Belerang Bromo Masih Terbilang Wajar

Rabu 20 Feb 2019 21:01 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Kondisi Gunung Bromo, Selasa (19/2).

Kondisi Gunung Bromo, Selasa (19/2).

Foto: Humas BB TNBTS
Kondisi itu sebagai ciri atau tanda bahwa Gunung Bromo gunung api aktif.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Belakangan ini, aktivitas Gunung Bromo menjadi perhatian banyak publik setelah tersiarnya kabar erupsi ringan sejak Selasa (19/2). Namun kondisi ini masih dianggap wajar dan kondusif bagi Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (BB TNBTS).

Baca Juga

"Kita dapat informasi dari teman-teman PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Gunug Api), asap kawahnya putih dan cokelat. Itupun dengn intensitas tipis dan tercium bau belerang ringan. Jadi kondisi itu (mengeluarkan asap dan bau belerang, Red) sebagai ciri atau tanda bahwa memang gunung itu (di manapun gunungnya, Red) sebagai gunung api aktif," ujar Kepala Sub Bagian Data Evaluasi dan Pelaporan Humas BB TNBTS, Sarif Hidayat saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (20/2).

Dari segi kegempaan, Sarif mengungkapkan, telah terjadi tektonik jauh sebanyak delapan kali. Situasi ini terjadi dengan amplitudo sekitar tiga hingga 30 milimeter (mm). Sementara ihwal tremor menerus (microtremor) terekam amplitudonya sebesar 0,5 sampai 1 mm (dominan 1 mm).

Hingga saat ini, Sarif memastikan, tingkat aktivitas Gunung Bromo masih berada di level dua atau waspada. Serupa dengan sebelumnya, masyarakat sekitar dan pengunjung tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius satu kilometer (km) dari kawah aktif. Larangan ini telah disampaikan sejak status gunung berubah menjadi waspada atau level dua.

"Dan kewajiban kita hanya menyarankan atau mengimbau, sebagian besar dipatuhi dan ada juga yang tidak mematuhinya. Kita sampaikan juga segala risiko akibat ketidakpatuhan pada imbauan atau saran kita, ya risiko akibatnya ditanggung oleh yang bersangkutan," tambah dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA