Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Kebakaran di Muara Baru, Anies Soroti Damkar Perairan

Senin 25 Feb 2019 13:44 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah kapal ikan milik nelayan terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Sabtu (23/2).

Sejumlah kapal ikan milik nelayan terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Sabtu (23/2).

Foto: Republika/Prayogi
Kekuatan pemadaman kebakaran di perairan perlu ditambah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan, kebakaran puluhan kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara menjadi pelajaran bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Menurutnya, kekuatan pemadaman kebakaran (damkar) di perairan perlu ditambah.

"Kami dari sisi Pemprov sekaligus ini pelajaran, kami perlu menambah lebih banyak kekuatan untuk memadamkan untuk di air. Karena kekuatan kami mayoritas untuk memadamkan di gedung dan di daratan," ujar Anies di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Ia menjelaskan, pihaknya harus menambah unit dan petugas damkar di perairan sebagai langkah antisipasi. Anies menambahkan, kebakaran itu juga sebagai pelajaran semua pihak berhati-hati dalam setiap kegiatan yang nemiliki risiko.

"Apalagi di tempat-tempat yang punya atau muatan bahan bakar yang cukup. Mudah-mudahan ini ke depan bisa dihindari," kata dia.

Anies mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan pascakebakaran di Pelabuhan Muara Baru. Ia menyerahkan, proses penyelidikan kepada kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran terjadi.

"Nanti kami serahkan kepada aparat penegak hukum. Tetapi kita kemarin mengerahkan semua tim pemadan kebakaran untuk memadamkan," tuturnya.

Kebakaran melanda 34 kapal nelayan di Pelabuhan Muara Baru. Api berkobar sejak Sabtu (23/2) sore hingga Ahad (24/2) pagi Menurut Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Satriadi Gunawan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB.

"Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan sekitar jam tujuh, tinggal proses pendinginan," kata Satriadi saat dihubungi Republika.co.id, Ahad pagi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA