Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Mbappe dan Sejuta Rekor

Senin 25 Feb 2019 14:45 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe

Foto: EPA-EFE/Sebastien Nogier
Setidaknya kini mulai terlihat ada pengganti sosok Messi dan Ronaldo.

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam sedekade terakhir, jagad sepak bola dunia tersihir oleh persaingan Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi. Rekor demi rekor ditorehkan bintang Barcelona dan Juventus itu.

Kini, baik Ronaldo maupun Messi memasuki kepala tiga. Usia yang tak muda lagi bagi jugador lapangan hijau. Satu nama siap menggantikan dominasi para seniornya.

Dia adalah Kylian Mbappe. Baru berumur 20 tahun, Mbappe terus menorehkan catatan impresif. Itu dilakukan di level klub dan tim nasional (timnas).

Mbappe baru saja mencetak dua gol ke gawang Nimes pada ajang Ligue 1 Prancis. Hasil akhir, timnya, Paris Saint-Germain (PSG), unggul tiga gol tanpa balas di Stade de France, Sabtu (24/2).

Usai pertandingan tersebut, penyerang timnas Prancis itu membuat rekor mentereng. Ia menjadi pemain termuda yang mampu menorehkan 51 gol di Ligue 1. Saat ini usia sang bintang baru mencapai 20 tahun dua bulan.

Mbappe memecahkan rekor Yannick Stopyra yang bertahan sejak 1982. Kala itu, Stopyra membela Sochaux. Mbappe menegaskan apa yang dicapainya bukan kebetulan, melainkan buah dari kerja keras.

Mbappe mengaku hanya ingin menikmati permainan. Jika itu berujung statistik apik, ia bersyukur. Ia kian termotivasi. "Mencetak banyak gol dan memecahkan rekor demi rekor membuat saya semakin bersemangat," kata Mbappe dikutip dari ESPN, Ahad (24/2).

Jebolan akademi AS Monaco itu bersaing ketat dengan Lionel Messi dalam perebutan sepatu emas Eropa. Sejauh musim ini berjalan, Messi memimpin dengan 25 gol di ajang La Liga Spanyol. Mbappe tertinggal tiga gol di belakang La Pulga.

Sementara untuk PSG, Mbappe juaranya. Ia telah mencetak 27 gol dari 31 laga musim ini di berbagai ajang. Ia meninggalkan Neymar yang baru menggelontorkan 20 gol ke gawang lawan.

Neymar sedang menjalani pemulihan cedera metatarsal. Sehingga bisa dimaklumi jika keran golnya tersendat. Namun di titik ini, Mbappe mampu membawa Les Perisien tetap berkibar.

Tanpa Neymar, PSG belum kehilangan pesona. Tim tersebut baru saja meraih enam kemenangan beruntun. Kesuksesan klub, segendang sepenarian dengan aksi ciamik Mbappe.

Baca Juga

"Dia adalah fenomena. Dia memiliki kualitas luar biasa," demikian pujian pelatih PSG Thomas Tuchel untuk Mbappe, dikutip dari NBC Sports.

Tak berlebihan apa yang dikatakan Tuchel. Di usia belia, Mbappe yang lahir di Paris itu telah memiliki segudang prestasi. Bahkan seorang Pele sangat mengagumi Mbappe.

Sejak di AS Monaco, ia telah akrab dengan rekor. Mbappe menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam sejarah Monaco. Ia mematahkan rekor Thierry Henry. Pada usia 17 tahun dua bulan ia merobek jala Troyes.

Masih di klub yang sama, Mbappe mengukir catatan manis di Liga Champions. Ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol di semifinal kompetisi terelite Benua Biru. Pada 9 Mei 2017, ia membobol gawang Juventus. Kala itu ia masih berusia 18 tahun, empat bulan, 20 hari.

Saat merapat ke PSG, Mbappe melanjutkan rekor-rekornya. Ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions dalam sejarah Les Perisiens. Pada 12 September 2017, ia membantu timnya mengalahkan Celtic, 5-0. Kala itu ia masih berusia 18 tahun, delapan bulan, 23 hari.

photo
Kylian Mbappe


Pada 5 Desember 2017, ia menjadi pemain termuda yang menembus 10 gol di ajang Liga Champions. Kala itu ia merobek gawang Bayern Muenchen. Kini jumlah golnya di Liga Champions telah menembus angka 14. Mbappe menyamai catatan legenda Brasil, Luis Nazario Ronaldo.

Di level timnas, Mbappe lagi-lagi menampikkan sihirnya. Ia menjadi debutan termuda Les Bleus dalam 50 tahun terakhir. Rekor ini tercipta ketika ia dimainkan kontra Luksemburg pada 25 Maret 2017. Usai duel yang berkahir dengan kemenangan Perancis, 3-1 itu, usia Mbappe baru mencapai 18 tahun, tiga bulan, lima hari.

Mbappe pun berhasil membawa negaranya menjadi juara dunia 2018 di Rusia. Ia menjadi pemain termuda sepanjang sejarah yang masuk sepuluh besar Ballon d'Or. Kala itu edisi Ballon d'Or 2017. Usianya baru mencapai 18 tahun, 11 bulan, 18 hari.

Berbagai rekor baru menanti Mbappe. Setidaknya mulai ada pengganti Messi dan Ronaldo. Di sisi lain, aksi ciamik pria Prancis ini berpotensi menenggelamkan Neymar. Nama terakhir berstatus pemain termahal dunia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA