Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Kemenaker Siap Pasok Data untuk Debat Pilpres

Rabu 27 Feb 2019 06:16 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri

Foto: Kemnaker
Menurut Hanif, data berkaitan dengan ketenagakerjaan sudah bisa diakses secara umum.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemennaker) siap memasok data tentang ketenagakerjaan jika dibutuhkan sebagai bahan untuk debat ketiga capres dan cawapres yang akan digelar 17 Maret 2019. "Kalau diminta yang kami siap memberikan," kata Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri di Semarang, Selasa (26/2).

Menurut dia, data berkaitan dengan ketenagakerjaan sudah bisa diakses secara umum. "Data kan sudah disebar ke masyarakat," katanya. Jika nantinya memang diminta, menurut dia, kementerian tentu akan memberikan.

Debat ketiga Pilpres 2019 akan digelar pada 17 Maret 2019 dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ketiga ini nantinya akan diikuti oleh Cawapres Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

photo
Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro
Dari Jakarta, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro berharap debat ketiga nanti harus dapat mencerahkan dan menginspirasi. Ia mengkritik ketidaktegasan KPU dalam kontestasi Pemilu 2019. Hal itu terlihat dari beberapa kali serangan pejawat terhadap pribadi Prabowo Subianto dalam debat pilpres.

Padahal, sebagai penyelenggara pemilu KPU diharapkan mampu bersikap objektif dan tidak berpihak terhadap salah satu pihak. "Apalagi yang berkaitan dengan urusan privat. Jangan menggunakan cara-cara mencemooh dan menjatuhkan," tuturnya. 

Selain soal serangan pribadi, Siti Zuhro juga mengkritik kesalahan data yang dilakukan pejawar. Ia menambahkan, seorang pemimpin, negarawan, harus berani menyampaikan permohonan maaf jika paparan data yang disampaikan salah. 

Debat kedua, kata dia, menjadi pelajaran bahwa keliru angka merupakan persoalan yang serius hingga melahirkan polemik yang berkepanjangan. "Pemilu kita harus naik kelas, kita wujudkan dalam sikap politik kita masing-masing. Saya melihat pemilu ini merupakan pemilu paling riweuh karena dua pemilu digabungkan secara serentak," kata Siti. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA