Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

OSO: Mungkin Wiranto Anggap Kivlan Zein Hantu

Rabu 27 Feb 2019 15:33 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyampaikan arahan saat membuka Konsolidasi Pemenangan dan Pembekalan Caleg Prov/Kab dan Kota Partai Hanura di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9).

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyampaikan arahan saat membuka Konsolidasi Pemenangan dan Pembekalan Caleg Prov/Kab dan Kota Partai Hanura di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
OSO menanggapi tantangan Wiranto agar Kivlan Zein lakukan sumpah pocong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang (OSO) turut berkomentar soal tantangan sumpah pocong Wiranto yang menanggapi tudingan Kivlan Zein. Mantan Kepala Staf Kostrad itu menuding Wiranto bertanggung jawab dalam Kerusuhan 1998.

"Mana boleh sumpah pocong sumpah itu 'demi Allah saya bersumpah' ya, jangan sumpah pocong dong. ya mungkin itu Pak Wiranto menganggap Kivlan itu hantu jadi harus sumpah hantu," kata Oesman berkelakar, saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (27/2).

Oesman menilai, Wiranto yang juga seniornya di Partai Hanura tengah bertikai dengan Kivlam Zein soal masa lalu. Namun, Oesman sendiri mengaku tidak tahu mana yang benar.  "Di sinilah tantangan bagi Wiranto betul nggak dia bisa menegakkan hukum yang melanggar hukum gitu, kalau betul ya nggak apa-apa memang itu kewajibannya," kata Oesman.

Oesman pun berharap, bila benar penegakkan hukum dilakukan nantinya dilakukan agar tidak terjadi ketidakadilan. "Jangan sampai ada pilih kasih ada semacam rekayasa ada yang hukum yang harus ditindak ada yang hukum yang tidak perlu ditindak, tentu ini tidak bisa. Jadi menkopolkam harus tegas bahwa pelanggaran hukum harus ditindak," ujar Oesman.

Sebelumnya, dalam sebuah acara di Jakarta Selatan, Kivlan menuding Wiranto bertanggung jawab atas Kerusuhan 1998. Pada tahun itu, Wiranto merupakan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Wiranto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM lantas langsung membantah tudingan Kivlan. Lebih jauh, Wiranto menantang Kivlan untuk buka-bukaan, hingga sumpah pocong.

"Saya berani, katakanlah berani untuk sumpah pocong saja. 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein. Sumpah pocong kita, siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan? Biar terdengar di masyarakat, biar jelas, jangan asal menuduh saja," ucap Wiranto di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/2).

Wiranto menegaskan pernyataan Kivlan Zein tersebut merupakan tudingan hoaks. Sebab, dia mengatakan, tidak ada fakta yang menyebut keterlibatan dirinya dalam kerusuhan 1998.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA