Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Pokja Pendamping Sasaran Deradikalisasi Dinilai Tepat

Rabu 20 Feb 2019 22:14 WIB

Red: Fernan Rahadi

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Foto: DPR
Giat antiterorisme dinilai lebih efektif usai lahirnya UU Nomor 5 Tahun 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menilai langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Direktorat Deradikalisasi Subdit Bina Masyarakat membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pendamping Sasaran Deradikalisasi merupakan langkah tepat dalam menjalankan salah satu amanat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018. Ia berharap pembentukan Pokja ini dilakukan dengan hikmat, cermat, konsisten, dengan parameter terukur agar program deradikalisasi berhasil dengan baik.

“Saya ucapkan apresiasi khusus dan luar biasa dengan langkah BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme. Tidak hanya mengumpulkan orang, tetapi membangun jejaring. Ini yang kita harapkan, tidak hanya main atas, tapi sudah bisa terlembaga sampai ke bawah sampai ke desa-desa, bahkan RT, RW,” ujar Arteria saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Pokja Pendamping Sasaran Deradikalisasi Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY di Surabaya, Rabu (20/2).

Mudah-mudahan, lanjut Arteria, niat baik dan UU yang bagus ini bisa digunakan sehebat-hebat dan secermat-cermatnya dalam melaksanakan penanggulangan terorisme melalui program deradikalisasi. Juga diharapkan dengan UU yang baru dengan BNPT sebagai nakhoda,  masyarakat bisa menerima manfaatnya secara langsung. Apalagi dalam pandangannya, Arteria melihat giat anti terorisme relatif lebih efektif usai lahirnya UU Nomor 5 Tahun 2018.

Menurutnya, dalam UU ini BNPT diberikan amanat luar biasa sehingga harus bekerja luar biasa maksimal juga. Sebagai anggota DPR, Arteria berjanji akan mencermati, khususnya terkait penganggaran yang lebih, mengingat kewenangan yang diberikan UU ini. “Mau tidak mau, suka tidak suka akan berimplikasi kepada kebutuhan anggaran yang harus disediakan kepada BNPT untuk melakukan kerja hebat ini,” katanya.

Selain itu, ia meminta betul agar deradikalisasi tidak hanya menyentuh kepada mantan teroris dan keluarganya saja, tetapi juga kegiatan yang lebih substantif yaitu bagaimana membumikan wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan, disamping kewirausahaan itu sendiri. Ia meyakini bahwa yang namanya pencegahan, pemulihan mind set (pemikiran) jauh lebih efektif dibandingkan hal lain.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA