Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

BNNP Aceh Musnahkam Tiga Hektar Lahan Ganja

Jumat 01 Mar 2019 01:22 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Lahan ganja (ilustrasi)

Lahan ganja (ilustrasi)

Foto: Antara/Rahmad
Diperkirakan ada 10 ribu batang tanaman ganja ditanam di ladang itu.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDA ACEH -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama TNI dan Polri memusnahkan ladang ganja dengan luas sekitar tiga hektare. Diperkirakan ada 10 ribu batang tanaman terlarang ini ditanam di ladang itu.

Baca Juga

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Aceh Amanto, di Banda Aceh, Kamis (28/2) mengatakan ladang ganja yang dimusnahkan berada di lereng Pegunungan Lembah Seulawah Gampong Pulo, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. "Pemusnahan berlangsung Kamis ini. Pemusnahan melibatkan unsur TNI dari Kodim 0101 BS, Polres Aceh Besar, dan personel Polsek Seulimum," kata Amanto.

Lokasi ladang berjarak satu jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dari ibu kota kecamatan. Kemudian, berjalan kaki menempuh rute terjal, licin dan sulit di kawasan hutan Pegunungan Lembah Seulawah. "Personel menuju ke lokasi ladang memerlukan kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi kecelakaan. Banyak personel terpeleset akibat medan yang sulit," ujar Amanto.

Amanto menambahkan, pemusnahan ladang ganja tersebut merupakan wujud sinergi antara BNN dan TNI/Polri yang terus saling mendukung pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba di Provinsi Aceh. Kepala BNNP Aceh Faisal Abdul Naser, mengingatkan masyarakat tidak menanam ganja. Petani yang selama ini menanam ganja, diingatkan segera beralih menanam tanaman hortikultura.

Tanaman ganja merupakan narkotika golongan satu, dilarang keras oleh negara untuk disalahgunakan, sehingga perbuatan menanam ganja merupakan tindak pidana. "BNN sudah menjalankan program pengembangan alternatif mengalihkan penanaman ganja ke tanaman yang memiliki nilai ekonomis lainnya, tetapi tidak melanggar hukum," kata Amanto lagi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA