Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Cerita Bung Karno Cari Makam Ulama di Uni Soviet

Sabtu 02 Mar 2019 08:54 WIB

Red: Esthi Maharani

Masjid Biru St Petersburg

Masjid Biru St Petersburg

Sebagai syarat kunjungan kenegaraan, Soekarno meminta makam Imam Al Bukhari dicari

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menceritakan peran penting Soekarno alias Bung Karno bagi dunia Islam. Hasto mengatakan ada satu cerita menarik ketika Bung Karno hendak kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet. Kala itu, Soekarno meminta pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev untuk mencari makam Imam Al Bukhari sebagai syarat kunjungan kenegaraan.

"Ketika Bung Karno berada di Soviet sebagai syarat kunjungannya meminta agar pemerintahan sofiet mencari sebuah makam Imam Al Bukhari, dia bilang itu ke Kruschev," ujar Hasto di Lampung, Jumat (1/3).

Selain mencari makam Imam Bukhari, Bung Karno juga berperan penting atas keberadaan Masjid Biru St Petersburg di Russia. Awalnya masjid itu dialihfungsikan menjadi gudang. Soekarno yang melihat masjid itu pun meminta Krischev untuk mengembalikan fungsi masjid.

Melalui Krischev, Soekarno meminta pemerintah Soviet agar tak menjadikan masjid tersebut sebagai gudang. Permintaan itu pun disanggupi Kruschev dan masjid itu pun berfungsi kembali sebagai tempat ibadah umat muslim.

Sikap Bung Karno ini pun menunjukkan bahwa Bung Karno adalah sosok yang menerapkan sifat islam sebagai rahmat seluruh bangsa."Jadi Bung Karno itu menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin," ujarnya.

Selanjutnya, Hasto bicara soal dukungan Soekarno atas kemerdekaan Palestina. Hasto mengklaim Seokarno dikucilkan oleh beberapa negara karena sikapnya tidak mengundang Israel dalam Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang (GANEFO) tahun 1962. GANEFO diadakan Soekarno untuk mengandingi Olimpiade.

Bung Karno, kata dia, juga berperan dalam kemerdekaan Pakistan dan Aljazair. Atas peran atas kemerdekaan sejumlah negara Islam, Hasto mengatakan Bung Karno mendapat gelar pahlawan pembebasam dan kemerdekaan bangsa Islam dalam Konferensi Asia Afrika.

Sikap Bung Karno memandang Islam Rahmatan Lil Alamin juga tercermin dalam rancangannya, menggunakan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila itu dirancang Bung Karno bukan untuk satu agama. Ia berkata di dalam sila itu Bung Karno menegaskan Ketuhanan yang berbudi pekerti, penuh welas asih, dan tidak ada egoisme agama.

"Bung Karno menilai alam kebatinan rakyat indonesia terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan. Karean itu Bung Karno merumuskan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa," ujar Sekretaris Jenderal TKN Jokowi - Ma'ruf itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA