Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Pengamat: Dukungan Keluarga Uno akan Pengaruhi Elektabilitas

Sabtu 02 Mar 2019 20:21 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andri Saubani

Jokowi Silaturahmi Relawan Pendukung: Calon Presiden Joko Widodo berswafoto dengan pendukungnya usai acara silaturrahim dengan relawan dan Tim Kampanye Daerah di Gorontalo, Kamis (28/2/2019).

Jokowi Silaturahmi Relawan Pendukung: Calon Presiden Joko Widodo berswafoto dengan pendukungnya usai acara silaturrahim dengan relawan dan Tim Kampanye Daerah di Gorontalo, Kamis (28/2/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi mendapat dukungan dari keluarga Uno di Gorontalo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, dukungan beberapa keluarga Uno di Gorontalo kepada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin akan mempengaruhi elektabilitas kedua kandidat pilpres 2019 . Kendati bukan mayoritas, menurutnya, dukungan itu tetap berpengaruh dalam demokrasi langsung.

"Meski tidak secara mayoritas tidak merepresentasikan keluarga dia ya secara persepsi secara dukungan ini sedikit banyak pasti mengurangi dukungan terhadap Sandiaga Uno, itu jelas kok dalam politik," ujar Adi kepada Republika di Jakarta, Sabtu (2/3).

Adi menjelaskan, dalam demokrasi langsung satu suara akan berharga apalagi jika dukungan itu dideklarasikan kepada publik. Sebab, lanjut dia, akan muncul persepsi publik bahwa keluarga Uno tidak solid apalagi jika dijelaskan juga alasannya mendukung pasangan calon lainnya.

Adi mengatakan, satu suara saja akan sangat penting dalam demokrasi langsung. Bisa saja, kata dia, dukungan keluarga Uno kepada jokowi -Ma'ruf menjadi penentu kemenangan kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

"Satu suara rakyat biasa itu sama dengan satu suara profesor itu yang jadi penting makanya yang saya bilang sekecil apa pun dukungan kelurga Uno itu tetap penting dan merugikan Sandiaga Uno," kata Adi.

Sebelumnya saat silaturahim Tim Kampanye Daerah dengan Jokowi pada Kamis (28/2) malam, seseorang yang mengaku kerabat cawapres 02 Sandiaga Uno, Rudi Hartono Uno, menyampaikan dukungannya kepada Jokowi. Dia mengapresiasi kinerja calon presiden pejawat itu saat memimpin Indonesia selama hampir lima tahun.

Meski begitu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tak khawatir dengan adanya deklarasi dukungan tersebut. Menurut juru bicara BPN, Viva Yoga Mauladi, hal tersebut tak akan mempengaruhi elektabilitas Prabowo-Sandi di Gorontalo.

"Tidak ada memperkecil (suara), tidak berpengaruh secara signifikan juga," ujar Viva Yoga saat dihubungi, Sabtu (2/3).

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut mengatakan, dalam sebuah keluarga belum tentu semuanya mendukung satu pasangan calon (paslon) presiden saja. Maka dari itu, BPN tidak terlalu khawatir dengan adanya deklarasi dukungan tersebut.

"Keluarga Uno itu marga ya, Misalnya Pandjaitan, kan tidak seluruhnya Pandjaitan pilihannya sama (di Pilpres 2019)," ujar Viva Yoga.

Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA