Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Anjuran Menyambut Kelahiran Buah Hati

Sabtu 09 Feb 2019 06:51 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Bayi

Bayi

Ada amanah yang harus dijaga dan dijalankan para orangtua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran buah hati dalam sebuah pernikahan menjadi hal yang diimpikan oleh setiap pasangan. Kelahirannya menjadi sumber kebahagiaan bagi orang tuanya. Anak menjadi tumpuan harapan dan doa orang tua agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan saleha.

Di balik itu, ada amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga dan dijalankan oleh mereka. Menjadi keharusan bagi setiap orang tua untuk mengetahui apa yang harus dilaku kan terlebih pada saat menyambut kela hiran sang anak.

Ada beberapa sunah yang sangat di anjurkan dilakukan oleh Rasulullah SAW saat menyambut kehadiran anak. Di antaranya memberikan kabar gembira terkait kelahiran tersebut. Allah berfirman, "Kemudian Malaikat (Jibril) me mang gil Zakariya, sedangkan ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (ia berkata): 'Sesungguhnya Allah meng gem birakan kamu dengan kelahiran (se orang putramu) Yahya'."

Selanjutnya, kepada bayi yang baru lahir dianjurkan untuk memperdengarkan azan dan iqamah pada kedua telinga nya. Hal ini disebut dalam salah satu hadis, "Barang siapa yang melahirkan se orang anak, lalu mengumandangkan azan pada telinga kirinya, maka dia tidak akan dicelakakan oleh Ummu Shibyan."

Dengan memperdengarkan lantunan suara azan diharapkan dapat menanam kan benih keimanan dalam hati bayi sejak kecil. Ketika buah hati telah lahir, seorang ayah hendaknya menahnik si bayi dengan buah kurma. Tahnik adalah mengunyah kur ma sampai hancur lalu kurma tersebut diletakkan pada langit-langit mulut sang bayi.

Dalam hadis riwayat al-Bukhari disebut dari Abi Musa, "Anakku telah lahir lalu aku membawanya kepada Rasulllah. Kemudian, beliau menama kannya Ibrahim dan menahnik mulutnya dengan sebutir kurma, lalu mendoakannya agar mendapat barakah, kemudian mengembalikannya kepadaku."

Yang digunakan untuk menahnik adalah tamer atau kurma kering. Jika tidak ada, orang tua bisa menggunakan kurma basah yang baru dipanen atau madu. Kurma disebut bagus karena memaliki kandungan glukosa atau gula yang baik dan bagus untuk kesehatan bayi. Menahnik bayi dengan kurma dapat memperkuat otot-otot mulut bayi sehingga bayi akan kuat menyusu dan ASI men jadi lancar dan berlimpah.

Salah satu bentuk dari rasa syukur juga tanggung jawab dalam membesarkan anak adalah dengan menyiapkan dan memberi nama yang terbaik bagi buah hati. Orang tua hendaknya memberikan nama yang baik yang menjadi doa dan identitas bagi si anak hingga ia dewasa. Penting bagi orang tua untuk memberikan nama dengan memperhatikan makna yang ada.

Dari Abu Dawud, ia berkata bahwa Rasululullah SAW bersabda, "Sesung guh nya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan menggunakan namanama kalian dan dengan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah namanama kalian." Nama-nama yang dianjurkan diberikan adalah nama-nama malaikat, para Nabi, serta nama lain yang memiliki arti yang bagus. Dari HR Muslim disebut, "Dulu mereka memberi nama de ngan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang saleh dari kaum se be lum mereka."

Selanjutnya melaksanakan akikah dan mencukur rambut bayi. Penyem be lihan akikah diyariatkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Nabi SAW bersabda, "Setiap anak yang baru lahir tergadai dengan akikahnya, (sampai) disembelihkan (akikah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama." Waktu pelaksanaan akikah yang paling utama adalah pada hari ketujuh, empat belas, dan dua puluh satu dari hari kelahirannya. Jika lebih dari itu, tidak termasuk sisi keutaman, tetapi tidak ma salah.

Untuk masalah mencukur rambut bayi yang baru lahir, disunahkan untuk mencukur seluruh rambut yang ada di kepala, bukan hanya sebagiannya. Disunnahkan setelah mencukur rambut adalah memberi wewangian dan mengusapkannya pada kepala bayi. Rambut yang dicukur tadi kemudian ditimbang dan hasilnya disetarakan dengan perak yang kemudian disedekahkan untuk fakir miskin.

Rasulullah berpesan pada Fathimah, "Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak seberat rambutnya kepada orang-orang miskin."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA