Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ngabalin Kirim Doa untuk Andi Arif

Selasa 05 Mar 2019 17:21 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah

Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin,  memberikan tanggapan terkait statment Amien Rais, Selasa (10/7).

Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, memberikan tanggapan terkait statment Amien Rais, Selasa (10/7).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Ngabalin berdoa agar Allah melindungi Andi dan berharap Andi berhenti pakai narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengaku turut prihatin atas tertangkapnya politikus Partai Demokrat Andi Arief atas dugaan penggunaan narkoba jenis sabu. Sebagai seorang teman, Ngabalin pun bahkan menyampaikan turut mendoakan Andi.

Baca Juga

"Saya sembahyang dua rakaat loh tadi waktu kemarin mendoakan dia. Demi Allah, karena saya merasakan dia seorang politisi anak muda seperti saya, kawan saya, saya sembahyang sunnat dua rakaat," ujar Ngabalin di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (5/3).

Ngabalin mengatakan, dalam doanya, dia meminta agar Allah melindungi Andi. Ia juga berharap Andi berhenti menggunakan narkoba. Ngabalin sendiri mengaku baru mengetahui Andi telah menggunakan obat-obatan terlarang. Kendati demikian, perilaku tersebut dinilainya merupakan masalah pribadi Andi.

Ngabalin juga berencana akan menjenguk Andi namun masih terbentur oleh padatnya agenda. Lebih lanjut, terkait pernyataan Waketum DPP Gerindra Arief Poyuono yang menyalahkan pemerintahan Jokowi atas keterlibatan Andi dalam kasus narkoba, Ngabalin pun mengaku heran.

"Dia yang melakukan pelanggaran, dia yang pergi bersenang-senang, ujung-ujungnya kok Jokowi yang salah. Di mana logikanya," ucapnya.

Sebelumnya, Waketum DPP Gerindra Arief Poyuono menyebut Andi Arief merupakan korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. "Dan peredaran narkoba sendiri bukannya makin menurun malah makin banyak di era Joko Widodo dan makin mengancam generasi Indonesia," kata Arief, Senin (4/3).

Kepolisian sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap Andi Arif dan dinyatakan positif narkoba. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal menyampaikan, hingga saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Andi.

Seperti diketahui, Andi Arief ditangkap di sebuah hotel di Slipi, Jakarta Barat. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri itu dilakukan pada Ahad (2/3) malam.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA