Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Banjir, Siswa SD di Dayeuhkolot Masih Belajar di Pengungsian

Senin 04 Mar 2019 13:36 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Siswa SDN 1 Bojong Asih belajar di aula Desa Dayeuhkolot, Senin (4/3)  dengan kondisi terbatas.

Siswa SDN 1 Bojong Asih belajar di aula Desa Dayeuhkolot, Senin (4/3) dengan kondisi terbatas.

Foto: ist
Akses yang masih terendam banjir membuat siswa sekolah masih belajar di pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID, DAYEUHKOLOT- Banjir di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung sebagiannya mulai berangsur surut, Senin (4/3). Namun, sebagiannya lagi banjir masih merendam pemukiman dan akses jalan warga seperti di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot.

Sementara itu, banjir di SDN 1 Bojong Asih berangsur surut dan hanya tersisa lumpur. Namun, akses jalan yang masih terendam banjir membuat siswa sekolah masih belajar di pengungsian di aula kantor Desa Dayeuhkolot.

Salah seorang guru SDN 1 Bojong Asih, Oyo mengungkapkan proses belajar mengajar masih dilakukan di aula desa. Sebab meski banjir surut namun bangunan sekolah masih terendam lumpur sisa banjir. Selain itu, akses jalan menuju sekolah terendam banjir.

"Jalan masih terendam banjir selutut. Bangunan sekolah banyak lumpur dan lagi dibersihkan. Hari ini belajar di aula desa (Dayeuhkolot)," ujarnya kepada Republika, Senin (4/3).

Ia mengungkapkan, banjir yang merendam sekolah sudah terjadi beberapa pekan ke belakang dan sempat surut. Akibatnya, siswa terpaksa belajar di aula desa bahkan kelas 1 hingga kelas 5 sempat ujian tengah semester (UTS) di aula desa tersebut.

"Akhir Februari kemarin seminggu UTS, ujian di sekolah pas surut. Pernah ujian di aula dua hari. Sekarang kelas enam lagi TO UASBN," katanya.

Oyo mengatakan, meski siswa sudah terbiasa belajar di aula desa jika terjadi banjir. Namun, seringkali kondisinya tidak kondusif dan menganggu proses belajar mengajar. "Ya bolak balik ke aula desa kalau banjir jadi kendala juga," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Andir, Yeti Sumiati mengungkapkan jika kondisi saat ini bangunan sekolah masih terendam banjir. Akibatnya siswa masih belajar di aula pramuka di Baleendah, Kabupaten Bandung.

"Ya masih sekarang banjir rendam sekolah. Posisi sekolah dibawah jalan jadi meski gak hujan, air tetap tergenang," katanya.

Baca Juga

Menurutnya, anak-anak saat ini belajar di aula pengungsian dengan kondisi seadanya dan kedinginan karena dbelajar di lantai.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat mengungkapkan banjir di dua kecamatan masih terjadi di Baleendah dan Dayeuhkolot. Sementara di Bojongsoang surut. Ketinggian bervariasi dari mulai 10 cm hingga 80 cm.

Menurutnya, sebagian warga masih mengungsi di beberapa tempat pengungsian. Sebab banjir yang masih merendam rumahnya dan dikhawatirkan naik kembali. Pengungsian berada di shelter Dayeuhkolot, kantor RW 02, Dayeuhkolot, Gor Inkanas.

"Total pengungsi di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot sebanyak 113 kepala keluarga, 371 jiwa, 35 lansia, 35 balita, 2 ibu hamil, serta ibu menyusui dan disabilitas," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA