Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Belasan Motor Warga Mogok Akibat Memaksa Terobos Banjir

Rabu 06 Mar 2019 10:39 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Banjir di Bandung: Belasan motor yang memaksakan melintasi jalan Dayeuhkolot yang terendam banjir mengalami mogok, Rabu (6/3). Hujan deras di wilaya Kabupaten Bandung menyebabkan luapan sungai Citarum.

Banjir di Bandung: Belasan motor yang memaksakan melintasi jalan Dayeuhkolot yang terendam banjir mengalami mogok, Rabu (6/3). Hujan deras di wilaya Kabupaten Bandung menyebabkan luapan sungai Citarum.

Foto: Muhammad Fauzi Ridwan
Ketinggian banjir di jalur Dayeuhkolot mencapai lutut orang dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, DAYEUHKOLOT-- Belasan pengendara motor yang memaksakan melintasi jalur Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung tepatnya di depan pasar Dayeuhkolot yang terendam banjir mengalami mogok. Ketinggian banjir di jalur tersebut mencapai lutut orang dewasa. Meski banjir, kendaraan roda dua dan roda empat tetap memaksakan melintasi jalur tersebut.

Baca Juga

Berdasarkan pantauan, banjir di Cileuncang merendam Jalan Dayeuhkolot tepatnya di depan pabrik metro. Kemudian di depan Pasar Dayeuhkolot, banjir Cileuncang merendam jalan. Pengendara motor yang memaksakan melintas banyak yang mengalami mogok.

Sementara itu di jalan Siliwangi, perbatasan Dayeuhkolot-Baleendah terendam banjir dan tidak bisa diakses kendaraan serta di jalan Andir-Katapang. Salah seorang pengendara motor asal Babakan Ciheulang, Ciparay, Iqbal mengaku terpaksa melintasi jalur yang terendam banjir. Sebab dia harus berangkat menuju ke tempat kerjanya di Jalan Mochamad Toha, Kota Bandung. Namun, akibat memaksakan, motor miliknya mengalami mogok.

“Saya mau ke Moch Toha, kerja. Memaksakan saja lewati banjir tapi akhirnya mogok. Tiap banjir begini bikin sulit pengendara yang ingin melintas,” ujarnya saat ditemui di Jalan Dayeuhkolot, Rabu (6/3).

Dia memilih jalur Dayeuhkolot karena lebih cepat meski jalannya terendam banjir. Sementara itu, jika melewati Bojongsoang macet dan akhirnya akan terlambat sampai ke tempat kerja. “Kalau ke Bojongsoang berangkat jam 7 nyampai jam 11 karena macet. Orang semua lewat sana,” katanya.

Ia mengaku sering terganggu tiap berangkat melalui jalan Baleendah dan Dayeuhkolot yang terendam banjir. Iqbal berharap agar permasalahan banjir di Kabupaten Bandung bisa segera terselesaikan dan tertanggulangi.

Salah seorang pengendara lainnya asal Rencong, Banjaran, Doni (28) mengaku terganggu tiap banjir merendam jalan di wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot. Tiap banjir menutup akses jalan, ia mengaku harus mencari alternatif jalan agar bisa menuju Bandung atau ke rumahnya di Rencong. “Biasanya saya lewat Cibaduyut atau Bojongsoang,” katanya. Dia mengungkapkan, banjir merendam jalan terjadi sejak Selasa (5/3) malam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA