Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Survei Ini Sebut Jarak Elektablitas Kedua Paslon 8 Persen

Kamis 07 Mar 2019 18:31 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Direktur Survey & Polling Indonesai (SPIN) Igor Dirgantara memparakan hasil survei SPIN di Jakarta, Kamis (7/3).

Direktur Survey & Polling Indonesai (SPIN) Igor Dirgantara memparakan hasil survei SPIN di Jakarta, Kamis (7/3).

Foto: Republika/Prayogi
Jokowi-Ma'ruf mendapat elektabilitas 49 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 41 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN), jarak elektabilitas antara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno semakin menipis. Angka elektabilitas keduanya berjarak delapan persen.

"Perlahan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi merangkak mengejar Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan selisih delapan persen," ujar Direktur SPIN, Igor Dirgantara, di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).

Dalam survei ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat elektabilitas 49 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 41 persen. Sementara itu, responden yang tidak menjawab sebesar 10 persen.

Igor menyebutkan, dengan elektabilitas ini, pasangan pejawat sedikit dirugikan. Persaingan pun akan semakin ketat karena masih ada sisa masa kampanye yang lebih dari satu bulan ke depan dengan elektabilitas pejawat yang tidak mencapai 50 persen.

Ia menerangkan, pejawat dirundung sejumlah masalah. Hal itulah yang membuat jarak elektabilitas terus menipis. Menurutnya, masalah terbesar, yakni terkait ekonomi saat ini yang tak kunjung membaik.

"Dalam periode masa kampanye bulan November 2018-Januari 2019 petahana seperti kehilangan momentum yang membuat kompetitornya bisa menipiskan ketertinggalan," tutur Igor.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari 68 persen responden menganggap pengangguran menjadi masalah saat ini. Kemudian, terlihat pula dengan kenaikan harga bahan pokok sebesar 64 persen, serta korupsi 52 persen.

Survei ini dilaksanakan pada rentang waktu 27 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 di 34 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1.213 responden. Metode yang digunakan adalah metode multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar tiga persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA