Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pemkab Pekalongan akan Pulihkan Lahan Pertanian

Kamis 07 Mar 2019 23:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Lahan rawa yang dijadikan lahan pertanian.

Lahan rawa yang dijadikan lahan pertanian.

Foto: Republika/ Imas Damayanti
Banjir rob sering menyebabkan lahan pertanian menjadi hancur.

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Pemerintah Kabupaten pekalongan akan memulihkan lahan pertanian . Pekalongan berencana akan membangun tanggul raksasa untuk mencegah terjadinya banjir rob .

Baca Juga

Berbagai dampak sosial dan lingkungan, kemungkinan akan berlangsung setelah pembangunan tanggul raksasa di sepanjang pesisir utara Kabupaten dan Kota Pekalongan selesai dilaksanakan. Salah satu dampak yang kemungkinan terjadi, antara lain mengenai fungsi lahan di kawasan pesisir.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyebutkan, salah satu dampak yang akan timbul adalah perubahan kawasan pesisir di beberapa desa kawasan Kecamatan Tirto. ''Saat ini, kawasan pesisir di kecamatan itu banyak difungsikan menjadi tambak. Dengan adanya tanggul, tentu keberadaan tambak akan sulit dipertahankan,'' kata dia, Rabu (6/3).

Dia menyebutkan, dampak perubahan ini teruatama akan terjadi di wilayah Desa Jeruksari dan Mulyorejo Kecamatan Tirto. ''Sebenarnya, areal tambak yang berada di wilayah ini juga tidak bisa digarap optimal, karena kerap terjadi rob. Setiap kali terjadi rob, kawasan tambak juga menjadi hancur,'' kata dia.

Untuk itu Asip menyebutkan, setelah tanggul raksasa selesai dibangun, maka kawasan tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai lahan pertanian. ''Sebelum dilanda banjir rob dua desa tersebut juga merupakan daerah pertanian yang subur. Karena itu, setelah rob tidak lagi terjadi, maka kawasan yang saat ini merupakan lahan tambak akan dikembalikan menjadi lahan pertanian,'' katanya.

Meski demikian dia mengaku, adalah alih fungsi lahan tersebut, saat ini masih perlu disosialisasikan pada masyarakat. Terutama pada para pemilik lahan tambak, yang masih menolak dilakukannya alih fungsi lahan.

''Masalah ini memang masih menjadi kendala dalam penyelesaian pembangunan tanggul raksasa. Untuk itu, kami akan terus melakukan edukasi pada mereka agar bisa menerima alih fungsi lahan ini,'' katanya.

Bupati Asip juga meminta agar seluruh masyarakat Pekalongan bisa mendukung rencana pembangunan tanggul raksasa  ini. ''Pembangunan tanggul penahan banjir rob sudah dibangun sejak 2017 lalu dan direncanakan selesai akhir 2019. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung karena adanya tanggul raksasa untuk kesejahteraan bersama,'' katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA