Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ini Kronologi Serangan KKB di Nduga Versi TNI

Jumat 08 Mar 2019 12:09 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Bayu Hermawan

Prajurit TNI yang bertugas di Nduga (ilustrasi)

Prajurit TNI yang bertugas di Nduga (ilustrasi)

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Tiga anggota TNI gugur dalam baku tembak dengan KKB di Nduga, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — Tiga orang anggota TNI gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua pada Kamis (7/3) kemarin. Ketiga anggota TNI ini merupakan pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum).

Menurut Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi, pasukan satgas Gakkum berjumlah 25 orang. Mereka bertugas untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kab. Nduga.

Sayangnya kata Aidi, pasukannya mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga pada Kamis pagi pukul 08.00 WIT. Diduga, kelompok KKSB terdiri dari 50 sampai 70 orang bersenjata campuran militer dan senjata tradisional panah dan tombak. "Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara," kata Aidi dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (8/3).

Namun lanjutnya, akibat serangan tersebut menyebabkan tiga orang prajurit TNI gugur sebagai kusuma Bangsa. Mereka yang gugur atas nama Serda Mirwariyadin asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Serda Yusdin asal Palopo Sulawesi Selatan dan Serda Siswanto Bayu Aji asal Grobokan Jawa Tengah.

Sementara dari pihak KKSB, lanjut Aidi, prajurit TNI berhasil merampas 05 pucuk senjata milik KKSB, satu mayat yang identitasnya masih dalam penyelidikan. Diperkirakan tambahnya dari pihak KKSB ada sekitar 7 sampai 10 orang yang meninggal dunia namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh pasukan KKSB.

Selanjutnya terang Aidi, pukul 15.00 WIT, dua unit helly jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi terhadap korban prajurit yang gugur. Namun sebelum mendarat, helly kembali mendapatkan serangan dari KKSB sehingga baku tembak kembali terjadi dan helly TNI berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman.

"TNI akan terus membackup Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap aksi-aksi kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat Papua. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KSB. Meskipun beberapa prajurit TNI Polri telah gugur dalam tugas, namun kami tetap berkomitmen untuk melindungi warga masyarakat Papua dari teror yang dilakukan KSB", tegas Aidi.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa. Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan bahwa ke - 3 prajurit TNI tersebut telah gugur demi menjalankan tugas mulia untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

"Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjata lah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka", kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA