Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

165 Petugas Sorlip Surat Suara di Cirebon Mengundurkan Diri

Jumat 08 Mar 2019 22:20 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Christiyaningsih

Petugas sortir dan pelipat kertas suara pilpres 2019 malakukan pekerjaannya di Gudang Logistik KPU Jakarta Pusat, Jakatra, Selasa (19/2).

Petugas sortir dan pelipat kertas suara pilpres 2019 malakukan pekerjaannya di Gudang Logistik KPU Jakarta Pusat, Jakatra, Selasa (19/2).

Foto: Republika/Prayogi
Mayoritas mengudurkan diri dengan alasan kecilnya honor yang diterima

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Sekitar 165 orang yang bertugas melakukan penyortiran dan pelipatan (sorlip) surat suara Pemilu 2019 di Kota Cirebon mengundurkan diri. Alasan yang paling banyak disampaikan oleh mereka adalah soal besaran honor. Mereka menilai honor yang diterima tak sebanding dengan waktu dan tenaga yang mereka keluarkan.

Proses sorlip surat suara di Kota Cirebon diawali sejak Rabu (6/3). Dari 242 orang yang terlibat sorlip pada hari pertama itu, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 77 orang pada Kamis (7/3). "Mereka mengundurkan diri dengan berbagai alasan," kata Komisioner KPU Kota Cirebon Dedi Haerudi, Jumat (8/3).

Dedi menyebut alasan terbanyak pengunduran diri yang disampaikan oleh mereka adalah soal besaran honor. Mereka menilai, besaran honor tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan.

Adapun besaran honor tersebut mencapai Rp 100 per lembar surat suara dengan potongan pajak. Setiap orang akan menerima besaran honor yang berbeda-beda tergantung dari kinerjanya. "Kalau yang malas-malasan paling hanya dapat Rp 40 ribu. Tapi yang rajin bisa menerima honor Rp 100 ribu," terang Dedi.

Dedi menambahkan dari sekitar 165 orang petugas sorlip yang mengundurkan diri itu, sebagian di antaranya merupakan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) tingkat kelurahan. Padahal, PPK dan PPS itu sebelumnya telah dilatih dalam penyortiran dan pengesetan surat suara.

Dedi menilai pengunduran diri ratusan petugas sorlip tersebut berpotensi memengaruhi lamanya waktu sorlip. Semula, dengan jumlah 242 orang yang diterjunkan proses sorlip ditargetkan selesai tiga sampai empat hari. "Tapi dengan kejadian ini, proses sorlip mungkin bisa mundur satu sampai dua hari," katanya.

Kini KPU Kota Cirebon telah menambah sekitar 30 orang untuk membantu proses sorlip. Dengan penambahan itu, diharapkan sorlip bisa selesai pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA