Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Jokowi Minta Relawan Lebih Militan

Sabtu 09 Mar 2019 17:54 WIB

Red: Esthi Maharani

Capres nomor urut 01, Jokowi, menghadiri senam pagi bersama pendukungnya di Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (9/3).

Capres nomor urut 01, Jokowi, menghadiri senam pagi bersama pendukungnya di Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (9/3).

Foto: Sapto Andika / Republika
Jokowi mengatakan masih ada pekerjaan besar setelah menangkal isu hoaks dan fitnah

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Calon Presiden Joko Widodo meminta ke pendukungnya untuk mengobarkan semangat militansi menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, 17 April mendatang. Jokowi mengatakan hal tersebut pada acara Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu di Palembang Sport Convention Center, Palembang, Sabtu (9/3) siang.

Hadir juga dalam acara tersebut, Iriana Jokowi Widodo, Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Daerah Syarial Oesman, dan Ketua Dewan Penasihat TKD Alex Noerdin.

"Saya titip, masih ada pekerjaan besar setelah menangkal isu hoaks dan fitnah, harus militansi, penting sekali," kata Jokowi dihadapan ribuan orang pendukungnya.

Ia mengatakan Pilkada tinggal menyisakan 40 hari lagi sehingga para pendukung diminta sigap menangkal hoaks dan fitnah yang dapat menjatuhkan citranya sebagai calon presiden. Jokowi bahkan mengajak para pendukung untuk berani melawan hoaks dan fitnah tersebut, terutama pada empat isu yang sedang berkembang saat ini yakni kriminalisasi ulama, larangan azan, perkawinan sejenis dan penghapusan pendidikan agama.

"Kalau ada orang tidak salah, kemudian dimasukkan sel, ngomong ke saya, saya urus. Tapi jika salah, ya harus dihukum karena negara kita negara hukum," katanya.

Mantan wali kota Solo ini juga membatah isu yang mengatakan bahwa dirinya akan melarang azan. Menurut dia, isu itu tidak masuk akal karena Indonesia merupakan negara dengan mayoritas beragama Islam.

Apalagi dengan isu yang menyebutkan jika dirinya terpilih akan melegalkan adanya perkawinan sejenis karena Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi norma-norma agama.

Bagi Jokowi upaya menangkal hoaks dan fitnah ini harus dilakukan oleh para pendukung karena hasil survei terakhir menunjukkan terdapat 9 juta responden yang mempercayainya. Bahkan di salah satu provinsi di Indonesia telah menggerus suara hingga 8,0 persen. Sayangnya Jokowi enggan menyebut provinsi yang tergerus suaranya karena hoaks dan fitnah.

"Saya titip khusus ke ibu-ibu agar menjawab isu-isu ini dengan fakta-fakta yang ada," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA