Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Banjir di Srengsem Terparah Sejak Tahun 1980

Ahad 10 Mar 2019 14:07 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nidia Zuraya

Banjir. ilustrasi

Banjir. ilustrasi

Arus banjir yang deras menghanyutkan rumah warga

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang melanda Kota Bandar Lampung pada Sabtu (9/3) kemarin membuat sejumlah pemukiman warga terendam banjir. Salah satunya adalah rumah  warga di Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Menurut penuturan warga, tak lama hujan turun air langsung naik setinggi lutut orang dewasa. Alhasil warga tak dapat lagi menyematkan perabotan rumah tangganya.

“Ini banjir terparah sejak tahun 1980,” tutur Sakdiah, warga Srengsem, Panjang, Bandar Lampung, Ahad (10/3). Bahkan arus banjir yang deras menghanyutkan rumah Sakdiah.

Warga Srengsem mengaku, banjir yang terjadi karena air meluap dari tanggul yang telah tersedia. Air tidak dapat mengalir langsung ke laut, karena tersumbat oleh sampah dan kayu-kayu.

Penderitaan Sakdiah juga dialami warga lainnya. Saat membereskan perabotan rumah tangganya, Yanto menceritakan, hujan turun deras pada sore hari, air langsung naik sampai betis orang dewasa. Warga masih tenang, karena biasanya, setelah hujan berhenti air langsung surut.

Menurut dia, hujan deras tidak berhenti sampai malam, air terus meninggi dan memasuk rumah-rumah warga. Warga yang menganggap tidak terjadi banjir sebelumnya, dibuat repot dan langsung bertindak menyelematkan anggota keluarganya.

“Arusnya deras juga, jadi banyak warga yang penting memindahkan anak-anak ke tempat yang aman,” tutur Yanto.

Banjir di Srengsem terparah tahun ini, setelah hujan turun lebih dari empat jam. Biasanya Kelurahan Srengsem terjadi banjir namun tidak berapa lama air surut kembali.

Menurut Yanto, banjir di pemukimannya terparah sepanjang ia tinggal di kawasan tersebut. Banjir yang tinggi, karena air tidak dapat lancar mengalir ke laut, sehingga meluap ke pemukiman warga.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN bersama anggota BPBD Kota Bandar Lampung meninjau lokasi banjir pada Ahad (10/3). Anggota BPBD langsung menyalurkan makanan dan minuman kepada korban banjir di Srengsem, daerah terparah banjir di Kota Bandar Lampung.

Pemkot Bandar Lampung juga menurunkan dua mobil Damkar untuk membantu warga membersihakan lumpur-lumpur bekas banjir yang merendam rumah warga. Warga masih membersihakan perabotan rumahnya pada Ahad siang. Sejauh ini belum ada konfirmasi korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA